Dandim Subang, Progres Pembangunan KDKMP 110 Sedang Berjalan
- 13 Feb 2026 18:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Progres pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dari 253 desa dan kelurahan, di Kabupaten Subang, terkendala dengan lahan kondisi dan status lahan. Kendati demikian kata Komandan Kodim 0605/Subang Letkol (Czi) Asep Saepudin, hingga saat ini sudah ada110 KDKMP, yang pembangunannya sedang berjalan, bahkan ada beberapa KDKMP yang sudah rampung pembangunannya.
Dandim mengungkapkan, kendala yang saat ini dihadapi, selain banyak desa yang tidak memiliki lahan bengkok, jikapun ada masuk dalam katagori tidak strategis, dan tidak masuk sarat pembangunan KDKMP, atau lahannya kurang dari 1000 meter persegi. Maka dari itu, solusinya, selain masuk di pembangunan tahap kedua, dan sebagian desa harus menggunakan lahan milik negara, yang statusnya HGU BUMN, sehingga Kodim bersama Pemkab Subang, mengusulkan kepada BUMN yang bersangkutan seperti PTPN, PJT, dan Perum Perhutani, melayangkan surat permohonan penggunaan lahan, untuk pembangunan KDKMP tersebut.
"Meski banyak kendala, Alhamdulillah kita sudah berjalan 110 KDKMP yang sedang kami bangun, sisanya masih menunggu surat jawaban dari BUMN, karena lahannya harus menggunakan lahan BUMN. In Syaa Alloh, dalam waktu dekat ini akan berjalan lagi pembangunan beberapa KDKMP tahap kedua, yang jumlahnya mencapai 100 unit KDKMP, dengan ukuran yang berbeda mungkin 20 kali 15 meter, sementara ukuran normalnya 20 kali 30 meter," terang Letkol Asep Saepudin kepada RRI di Subang, Jumat 13 Februari 2026.
Percepatan pembangunan KDKMP ini lanjut dia, merupakan Asta Cita dan program unggulan Presiden Prabowo, dimana satu desa satu kelurahan itu, terdapat satu KDKMP, dengan dukungan fasilitas lainnya. Diharapkan, untuk wilayah Kabupaten Subang seluruh Kepala Desa khususnya, mendukung percepatan pembangunan KDKMP tersebut, sekaligus akan mendukung kemandirian perekonomian masyarakat desa kedepannya.
"Karena manfaat KDKMP ini sangat besar, dan itu akan menjadi asetnya desa dan kelurahan. Untuk operasional, kegiatan yang sedang kami laksanakan ini, dari hukum ke hilirnya jelas, contohnya kegiatan pembangunan KDKMP ini, akan mendukung kegiatan MBG, sehingga semua kebutuhan MBG tak lagi harus belanja ke luar desa. Sehingga akan terwujud kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan yang bersangkutan, misalnya kebutuhan beras telor, daging ayam, dan sayur mayur, kita berdayakan masyarakat petani yang ada di desa," tegasnya.
Selain itu, kedepannya, kata ia, untuk KDKMP itu, Presiden menyiapkan juga dua unit kendaraan truk untuk mengangkut hasil bumi milik masyarakat petani, yang dibeli oleh KDKMP. Kendaraan operasional tersebut, juga digunakan untuk pendistribusian hasil bumi, yang dibutuhkan MBG yang sudah ada dan dikelola oleh KDKMP.
"Kebutuhan beras di KDKMP itu, cukup besar perharinya, termasuk hasil bumi lainnya, jadi kendaraan operasional itu, digunakan untuk alat transportasi saat pendistribusian dari petani ke KDKMP, dan dari KDKMP ke MBG," ujar Dandim.
Dandim menambahkan, azas manfaat adanya gedung KDKMP itu juga, selain bisa dimanfaatkan untuk gerai UMKM yang ada di desa atau kelurahan, juga ada gerai untuk fasilitas kesehatan. Sehingga keberadaan KDKMP tersebut, akan menjadi salah satu koperasi yang multi manfaat bagi masyarakat desa dan kelurahan.
"Kedepan para pelaku UMKM yang ada di desa dan kelurahan itu, bisa menyewa gerai atau bisa titip jual di KDKMP, sehingga keuntungannya atau profilnya untuk desa dan kelurahan atau KDKMP," tandasnya.