PT.KAI Antisipasi Perubahan Cuaca Ekstrem dan Strategi Operasional

  • 13 Mar 2026 12:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - KAI Daop 2 Bandung melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem. Terdapat 55 titik daerah pantauan khusus yang terdiri dari lokasi tanah labil atau amblesan, rawan longsor, rawan banjir, serta titik jembatan rawan.

"Sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan dan kualitas pelayanan, KAI Daop 2 Bandung bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan serta Balai Teknik Perkeretaapian Bandung telah melaksanakan ramp check. Yaitu terhadap sarana dan prasarana, serta pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada kereta dan stasiun di wilayah Daop 2 Bandung," ungkap Kuswardojo, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung kepada RRI, Jumat 13 Maret 2026.

Selain itu, berbagai strategi operasional juga telah disiapkan. Yaitu mulai dari pemenuhan kebutuhan armada untuk perjalanan kereta api reguler dan tambahan, optimalisasi pengendalian operasional perjalanan kereta api, peningkatan aspek keselamatan di seluruh lini, hingga penempatan sarana cadangan di berbagai titik strategis.

Melalui berbagai persiapan tersebut, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026. KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran perjalanan bersama.

PT. KAI juga mengingatkan membawa barang pada momen mudik ini secukupnya saja. Hal itu guna memberikan kenyamanan dalam melakukan perjalanan.

Sementara itu, berdasarkan Kalender Hijriyah Global Tinggal (KHGT), Hari Raya Idulfitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sedangkan dari Pemerintah, penetapan resmi awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026.

"Masyarakat agar mengecej jadwal KAI secara berkala dalam aplikasi. Guna menghindari keterlambatan atau ketertinggalan kereta," pesan Kuswardojo.

Rekomendasi Berita