NTP Lampung Naik, Hortikultura Tumbuh Paling Tinggi
- 04 Okt 2026 16:29 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada September 2026 tercatat 137,63 atau meningkat 2,09 persen dibandingkan Agustus 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi indeks harga yang diterima petani yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Lampung Hermawan Prasetyo dalam konferensi pers daring mengatakan peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 2,25 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani hanya meningkat 0,16 persen pada periode yang sama.
“Peningkatan NTP Lampung pada September dipengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 2,25 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,16 persen,” kata Hermawan, dikutip Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurut Hermawan, kenaikan NTP terjadi pada lima subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Kenaikan terbesar terjadi pada subsektor hortikultura sebesar 4,55 persen, disusul perkebunan rakyat 2,39 persen dan tanaman pangan 2,03 persen.
Sementara itu, NTP subsektor peternakan mengalami penurunan 0,81 persen pada September 2026. Penurunan tersebut dipengaruhi turunnya indeks harga yang diterima peternak, terutama pada komoditas sapi potong di tengah kondisi kemarau yang menyulitkan ketersediaan pakan.
Hermawan menjelaskan perkembangan NTP secara tahunan juga menunjukkan peningkatan cukup besar. NTP September 2026 naik 7,84 persen dibandingkan September 2025, dari 127,62 menjadi 137,63, dengan kenaikan terbesar berasal dari subsektor tanaman pangan sebesar 13,71 persen.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Lampung juga meningkat 2,24 persen dari 139,68 pada Agustus menjadi 142,81 pada September 2026. Kenaikan NTUP terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 2,25 persen, sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal tidak mengalami perubahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....