Kenali, Siaga, Selamat: Membangun Budaya Sadar Bencana di Lampung

  • 30 Sep 2026 19:22 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Tinggal di wilayah yang memiliki beragam potensi bencana membuat masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan yang memadai. Mengenali ancaman bencana, memahami langkah mitigasi, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika bencana terjadi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh.

Semangat tersebut terangkum dalam pesan “Kenali, Siaga, Selamat”, yang menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat Lampung.

Wahyu Hidayat, Analis Bencana pada BPBD Provinsi Lampung, mengatakan bahwa kesiapsiagaan tidak seharusnya baru dilakukan ketika bencana telah terjadi. Masyarakat perlu memahami potensi ancaman di lingkungan masing-masing dan menyiapkan langkah yang dapat dilakukan sejak sebelum bencana.

“Yang paling penting adalah masyarakat mengenali terlebih dahulu potensi bencana di wilayahnya. Setelah mengenali, kemudian kita siapkan diri dan lingkungan agar ketika terjadi bencana, kita tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Wahyu.Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik ancaman yang berbeda. Karena itu, pengetahuan mengenai kebencanaan perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat. Masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi, lokasi titik kumpul, serta informasi resmi yang dapat dijadikan rujukan ketika terjadi keadaan darurat.

Kesiapsiagaan juga dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga. Membuat rencana komunikasi ketika terjadi bencana, mengetahui tempat berkumpul, serta menyiapkan kebutuhan darurat merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat.

Selain keluarga, sekolah dan komunitas juga memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana. Edukasi dan simulasi dapat membantu masyarakat memahami prosedur keselamatan secara lebih nyata sehingga tidak hanya mengandalkan pengetahuan secara teori.

Wahyu menilai bahwa edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat perlu terus mendapatkan informasi mengenai potensi ancaman dan cara menghadapi bencana agar pengetahuan tersebut menjadi kebiasaan.“Mitigasi itu bukan pekerjaan sekali selesai. Harus ada edukasi dan latihan yang dilakukan secara terus-menerus, sehingga masyarakat semakin terbiasa dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat,” katanya.

Di era digital, penyebaran informasi kebencanaan juga menjadi bagian penting. Masyarakat perlu membiasakan diri memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hal tersebut penting untuk mencegah kepanikan serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar ketika bencana terjadi.

Budaya sadar bencana pada akhirnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga kebencanaan. Masyarakat memiliki peran penting untuk mengenali risiko di lingkungannya, meningkatkan kapasitas diri, serta saling membantu dalam menghadapi keadaan darurat.

Melalui prinsip “Kenali, Siaga, Selamat”, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Mengenali risiko menjadi langkah awal, bersiap menjadi bentuk perlindungan, dan tindakan yang tepat dapat membantu meningkatkan keselamatan ketika bencana terjadi.

Membangun budaya sadar bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan pengetahuan, kesiapan, dan kepedulian yang terus dibangun, masyarakat Lampung diharapkan dapat semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....