Remaja 17 Tahun Diduga Hanyut di Pesisir Barat, Tim SAR Lakukan Pencarian

  • 25 Sep 2026 05:58 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesisir Barat: Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian intensif terhadap Rangga Adriana (17), remaja yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat. Hingga Kamis (24/9) sore, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Peristiwa ini bermula ketika pihak keluarga melaporkan hilangnya Rangga kepada kepolisian pada Selasa (22/9) malam. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan ditemukannya sepeda motor milik korban di sebuah kebun yang mengarah ke area pantai. Di dalam jok motor, petugas menemukan celana training dan telepon seluler milik korban, sementara sepasang sandal berwarna hitam ditemukan tergeletak di pinggir pantai.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung melalui Tim Rescue Pos SAR Tanggamus menerima laporan resmi kejadian tersebut pada Rabu (23/9) sekitar pukul 14.10 WIB. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi pada Rabu malam untuk berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan asesmen awal. Namun, pencarian yang berlangsung hingga malam hari tersebut belum membuahkan hasil.

Pada operasi hari kedua, Kamis (24/9), area pencarian diperluas hingga mencapai 40,08 mil laut persegi berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction. Tim membagi pergerakan menjadi dua sektor utama: Search and Rescue Unit (SRU) 1 menyisir area perairan menggunakan rubber boat, sementara SRU 2 melakukan penyisiran darat di sepanjang garis pantai.

Dantim Rescuer Basarnas Lampung, Afriandi, mewakili Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah, menyampaikan bahwa proses pencarian jalur laut disisir hingga sejauh 15 mil laut persegi, sedangkan penyisiran darat menjangkau radius 4 kilometer.

“Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan dengan membagi unsur SAR gabungan ke dalam sektor pencarian di laut dan penyisiran di sepanjang garis pantai. Hingga Kamis sore, hasil pencarian masih nihil. Tim akan kembali melanjutkan operasi pada Jumat pagi dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Afriandi di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, operasi penyisiran terpaksa dihentikan sementara pada pukul 16.30 WIB dan dilanjutkan dengan pemantauan visual. Operasi pencarian rencananya akan kembali dibuka pada Jumat (25/9) mulai pukul 07.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya, operasi ini menghadapi tantangan cuaca dan medan yang tergolong ekstrem. Tim di lapangan diterjang angin kencang serta gelombang laut setinggi 1 hingga 1,5 meter. Karakteristik perairan yang dipenuhi batu karang turut memicu gelombang dinamis yang menyulitkan pemantauan permukaan laut maupun proses penyisiran.

Operasi SAR ini melibatkan personel gabungan dari Pos SAR Tanggamus, Polsek Pesisir Utara, Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, serta dibantu nelayan dan warga setempat. Berbagai peralatan canggih turut dikerahkan, seperti rubber boat, perahu jukung, alat pendeteksi bawah air Aqua Eye dan Under Water Search Device (UWSD), peralatan selam, serta sarana komunikasi.

Pihak Basarnas mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban untuk segera melapor. Informasi dapat disampaikan melalui Call Center Basarnas di 115 atau Hotline Basarnas Lampung di nomor 0821-8004-8006.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....