SPBU Satu Harga Lumbok Seminung Tekan Biaya BBM Warga

  • 20 Sep 2026 06:01 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Barat: Kehadiran SPBU BBM Satu Harga di Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, membantu masyarakat memperoleh bahan bakar minyak (BBM) dengan harga lebih terjangkau sekaligus memangkas biaya operasional.

Salah seorang warga Lumbok Seminung, Pendi, mengatakan sebelum adanya SPBU, masyarakat harus membeli BBM secara eceran atau menempuh perjalanan hingga Liwa. Jarak tersebut membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam menggunakan kendaraan.

“Kalau mau isi bensin dulu jauh, paling ke Liwa. Sekitar satu jam setengah,” kata Pendi, Minggu 20 September 2026.

Kini, Pendi hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari rumah menuju SPBU. Ia mengatakan harga BBM eceran sebelumnya mencapai Rp12.000 hingga Rp13.000 per liter, bahkan bisa mencapai Rp13.000-Rp14.000 per liter.

Pendi yang sehari-hari menggunakan mobil untuk berjualan sayuran mengaku pengeluaran BBM kini lebih rendah. Ia biasanya mengisi BBM setiap tiga hari sekali dengan kebutuhan sekitar 10 liter.

“Minimal Rp3.000 per liter, minimal Rp4.000 per liter. Kalau 10 liter, sekitar Rp30.000 kita tekan untuk biaya minyaknya,” ujarnya.

Menurut Pendi, penghematan tersebut turut membantu masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk mengangkut hasil bumi maupun menjalankan aktivitas ekonomi lainnya.

“Alhamdulillah terbantu, sangat terbantu. Masyarakat Lumbok Seminung sangat terbantu,” katanya.

Sementara itu, Pengelola SPBU 26.348.13 Lumbok Seminung, Deni Saputra, mengatakan kondisi operasional SPBU berjalan aman dan lancar. Ketersediaan BBM juga relatif terjaga dan tidak terjadi antrean panjang.

“Alhamdulillah aman, lancar, nggak ada antrean, BBM-nya juga tersedia,” ujar Deni.

SPBU tersebut berdiri dan diresmikan pada Agustus 2022. Dalam sehari, rata-rata penyaluran mencapai sekitar 2.500 liter Pertalite, 700 liter Pertamax, dan 500 liter Biosolar.

Menurut Deni, pasokan BBM dikirim dari Depot Baturaja setiap dua hingga tiga hari sekali. SPBU melayani masyarakat Lumbok Seminung dan wilayah sekitar, termasuk Sukau.

“Pengiriman lancar, dua-tiga hari sekali dari Depot Baturaja,” katanya.

Untuk BBM jenis Solar, mayoritas pengguna merupakan kendaraan angkutan hasil bumi. Aktivitas pengisian biasanya meningkat saat hari pasar karena kendaraan dari berbagai wilayah datang membawa hasil pertanian.

Deni mengatakan sebelum SPBU beroperasi, masyarakat mengandalkan kios-kios eceran atau harus menuju Liwa untuk mendapatkan BBM. SPBU lain yang menjadi akses terdekat berada sekitar 25 kilometer dari Lumbok Seminung.

Saat ini, Pertalite di SPBU tersebut dijual dengan harga sesuai ketentuan harga yang berlaku. Kendaraan yang membeli BBM bersubsidi juga diwajibkan menggunakan barcode.

SPBU beroperasi pukul 06.00-18.00 WIB pada Senin hingga Kamis. Sementara Jumat hingga Minggu, jam operasional diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB karena aktivitas masyarakat pada akhir pekan cenderung meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....