Pringsewu Dorong Mocaf Naik Kelas, Koperasi Diminta Bangun Jaringan Usaha

  • 17 Sep 2026 07:13 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Pengembangan tepung mocaf di Kabupaten Pringsewu, Lampung, didorong tidak berhenti pada produksi, tetapi berkembang menjadi ekosistem usaha yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku UMKM hingga pasar, Rabu, 16 September 2026.

Upaya tersebut dibahas dalam Lokakarya Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) dan koperasi eksisting komoditas tepung mocaf yang digelar Pemerintah Kabupaten Pringsewu di Hotel Urban Pringsewu, Rabu (16/9/2026).

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengatakan, mocaf memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah karena Pringsewu memiliki bahan baku, sumber daya manusia, koperasi, dan UMKM yang dapat mendukung pengembangannya.

Menurutnya, pengembangan mocaf tidak sebatas proses mengolah singkong menjadi tepung, tetapi membutuhkan ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Pemkab Pringsewu sangat terbuka terhadap investasi dan kolaborasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, saya tegaskan agar seluruh pengurus KDMP, agar lokakarya ini tidak berhenti pada wacana dan gagasan di atas kertas," tegasnya.

Umi meminta hasil lokakarya dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan. Salah satunya dengan memastikan jaringan usaha koperasi benar-benar berjalan, termasuk memperjelas akses pasar dan calon pembeli atau offtaker produk mocaf.

Selain pasar, ia juga menekankan pentingnya kesiapan pembiayaan dan digitalisasi. Unit usaha koperasi di desa diharapkan memiliki kelayakan untuk mendapatkan pembiayaan, sementara produk koperasi dan UMKM perlu diperkuat kehadirannya di ruang digital.

"Jika bicara jaringan usaha, jaringan KDKMP benar-benar bekerja di lapangan. Kemudian bicara akses pasar, artinya pembeli dan offtaker hasil pengolahan mocaf sudah teridentifikasi, kemudian bicara pembiayaan, unit usaha koperasi di desa siap dan layak dibiayai, serta bicara digitalisasi, artinya produk KDKMP dan UMKM benar-benar hadir dan mudah dijangkau di ruang digital," ujarnya.

Ia berharap penguatan jaringan usaha tersebut dapat membuat komoditas singkong memiliki nilai tambah lebih besar bagi masyarakat Pringsewu.

"Mari bersama-sama kita jadikan potensi singkong sebagai kekuatan ekonomi daerah, dimana mocaf sebagai produk unggulan Pringsewu memiliki daya saing, disamping koperasi sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat," kata Umi.

Lokakarya tersebut diikuti pengurus KDMP/KKMP dan pelaku UMKM. Kegiatan juga dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi RI, Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi RI, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Pringsewu, pimpinan BRI, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Habibi Digital Nusantara, Koperasi Produsen Cokroaminoto Pringsewu Makmur, serta sejumlah pelaku usaha lainnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....