Pemprov Lampung Pantau Penyebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
- 10 Sep 2026 08:54 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, terutama potensi abu vulkanik yang terbawa angin menuju daratan Lampung. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung, Aswarodi, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan waktu abu vulkanik mencapai wilayah Lampung jika arah angin bergerak menuju daratan. Kondisi tersebut dipengaruhi arah dan kecepatan angin serta perkembangan aktivitas erupsi.
“Kalau angin memang mengarah ke Lampung, kami belum bisa menghitung berapa lama abu vulkanik akan sampai atau turun di wilayah Lampung,” kata Aswarodi, Rabu 9 September 2026.
Aswarodi menjelaskan, kecepatan angin saat ini relatif rendah sehingga belum menjadi faktor utama dalam menentukan langkah antisipasi. Pemerintah Provinsi Lampung lebih mempertimbangkan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pemantauan Selasa 8 September 2026 pukul 05.00 hingga 12.00 WIB, tercatat empat kali erupsi dengan durasi di bawah 20 detik. Sementara pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, tercatat satu kali erupsi dengan durasi lebih panjang.
Ia mengatakan tren aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan adanya peningkatan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Pemprov Lampung melalui Pusdalops untuk mengambil langkah antisipasi, termasuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dari tatap muka menjadi daring.
BPBD Lampung juga berkoordinasi dengan BPBD Banten dan Basarnas untuk mendukung pencarian serta penanganan perkembangan situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemerintah mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dan memperhatikan perkembangan kondisi erupsi serta potensi abu vulkanik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....