Dinkes Lampung Perkuat Pencegahan TBC, Kontak Erat Pasien Jadi Sasaran Skrining

  • 29 Sep 2026 13:12 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui peningkatan penemuan kasus serta pemeriksaan terhadap kontak erat pasien.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Irman Thamrin, mengatakan Lampung memiliki target penemuan sekitar 30.745 kasus TBC yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Menurut Irman, penemuan kasus tidak cukup hanya dilakukan terhadap masyarakat yang telah menunjukkan gejala. Pemeriksaan juga perlu menyasar orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, terutama anggota keluarga.

“Kalau satu keluarga ada penderita TBC, kontak erat di dalam keluarga itu semestinya harus dilakukan pemeriksaan juga, di-screening, sehingga nanti harapannya bisa diberikan terapi pencegahan TBC supaya tidak terjadi penularan pada keluarga kontak erat,” ujar Irman dalam dialog di Pro 1 RRI Bandar Lampung, Selasa, 29 September 2026.

Irman menjelaskan, pemeriksaan terhadap kontak erat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TBC. Sebab, orang yang berada dalam satu lingkungan dengan pasien dapat memiliki risiko terpapar meskipun belum menunjukkan gejala.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu munculnya keluhan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Dinkes Lampung juga mendorong keterlibatan kader kesehatan dalam membantu memberikan edukasi sekaligus mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga dimanfaatkan sebagai salah satu pintu masuk untuk melakukan skrining berbagai penyakit, termasuk TBC.

Irman menyebut pelaksanaan CKG dapat membantu tenaga kesehatan menyisir masyarakat yang berpotensi memiliki masalah kesehatan sehingga kasus dapat ditemukan lebih awal.

“Cek Kesehatan Gratis, itu bisa sebagai pintu masuk utama untuk kita melakukan screening segala macam penyakit, tapi bisa menyisir juga yang berkaitan dengan penyakit TBC,” katanya.

Irman menyebut TBC merupakan penyakit yang dapat diobati apabila pasien menjalani pengobatan sesuai ketentuan. Namun, keberhasilan penanggulangan TBC juga membutuhkan dukungan masyarakat dalam menemukan kasus dan mencegah penularan.

Oleh karenanya, masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan TBC diharapkan tidak mengabaikan pemeriksaan terhadap anggota keluarga lainnya.

“Memang kita menemukan kasus TBC sangat perlu dukungan dari sektor terkait seperti kader. Itu juga memang harus membantu masyarakat supaya mau memeriksakan dirinya,” ujar Irman.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga pasien, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penyebaran TBC di Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....