Erupsi Gunung Anak Krakatau, Partikel Abu Vulkanik Ancam Kesehatan Warga
- 07 Sep 2026 14:38 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memicu sebaran abu vulkanik hingga ke pemukiman warga. Dokter Spesialis Paru dr. Apri Lyanda memperingatkan bahwa material letusan tersebut mengandung serpihan batuan tajam serta silika mikroskopis.
Karakteristik partikel letusan yang tajam tersebut berisiko tinggi memicu iritasi mata, kulit, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Dampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dirasakan makin berat bagi kelompok lansia serta penderita komorbid asma.
dr. Apri Lyanda mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah guna menghindari paparan langsung abu vulkanik. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diwajibkan menggunakan masker serta kacamata pelindung.
"Kena mata pun bisa iritasi kan tadi berupa batu tajam, minimal iritasi gatal-gatal. Semakin kita kucek ya semakin luka nanti matanya," kata Apri Lyanda.
Proses pembersihan endapan debu vulkanik di area sekitar rumah harus dilakukan dengan cara disiram air terlebih dahulu. Teknik penyiraman ini efektif mengendapkan partikel mikro agar tidak kembali terbang dan terhirup ke dalam paru-paru.
Pertolongan pertama bagi warga yang terpapar material erupsi dapat dilakukan dengan berkumur air bersih serta mencuci muka. Pasien yang mengalami sesak napas berat diimbau segera dirujuk ke puskesmas terdekat guna mendapatkan bantuan oksigen.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menerapkan skema pembelajaran jarak jauh serta bekerja dari rumah saat erupsi membesar. Langkah pencegahan ini amat krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman bahaya abu vulkanik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....