Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyelimuti Wilayah Tanggamus

  • 07 Sep 2026 07:09 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Tanggamus - Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau sempat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus. Paparan terjadi hampir merata di kawasan yang terdampak, meski waktu kedatangannya berbeda-beda.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, mengatakan wilayah pesisir dan kepulauan menjadi kawasan yang lebih dahulu merasakan paparan abu vulkanik.

Di antaranya Kecamatan Pematang Sawa, Kelumbayan, Cukuh Balak, serta wilayah Pulau Tabuan.

“Kalau yang paling parah hampir sama rata saja. Sebenarnya terdampak semua, ada yang datangnya duluan, ada yang belakangan,” kata Hendarman.

Hendarman mengatakan, untuk saat ini belum ada arahan khusus terkait penerapan jalur evakuasi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, jalur evakuasi akan disiapkan atau digunakan apabila perkembangan situasi mengharuskan masyarakat meninggalkan wilayah terdampak.

“Kalau jalur evakuasi, sementara ini belum ada arahan untuk gunung letus,” ujarnya.

Sementara itu, aktivitas abu vulkanik yang sebelumnya menyelimuti sejumlah wilayah Tanggamus disebut telah berhenti terpantau sejak sekitar pukul 00.04 WIB.

Hingga Minggu 6 September 2026, BPBD Tanggamus belum kembali menerima informasi mengenai aktivitas abu vulkanik dengan kondisi serupa.

“Untuk abu vulkanik itu sudah terhenti jam 00.04 semalam. Sampai saat ini belum ada aktivitas lagi,” kata Hendarman.

Kondisi tersebut juga membuat aktivitas penyeberangan masih dapat berlangsung. Namun, BPBD tetap mengingatkan bahwa perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau belum dapat dipastikan.

“Untuk prediksi ke depannya belum dapat dipastikan ada atau tidak,” ujarnya.

Meski sebaran abu telah berhenti, sisa abu yang sebelumnya turun masih mungkin ditemukan di sejumlah wilayah. Kondisi itu terutama terlihat pada permukaan bangunan, kendaraan, maupun fasilitas umum.

“Untuk penyeberangan selama hari ini aman-aman saja, dalam arti untuk abu vulkanik tidak bersifat berdampak lagi karena sudah terhenti semalam. Mungkin ada sisa-sisanya lagi,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....