GAK Turun ke Level Waspada, Transportasi Lampung Diharapkan Berangsur Pulih
- 22 Sep 2026 12:17 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Penurunan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) menjadi kabar positif bagi sektor transportasi di Provinsi Lampung.
Kondisi tersebut diharapkan mendukung pemulihan mobilitas masyarakat setelah aktivitas erupsi sebelumnya sempat berdampak terhadap perjalanan udara.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan penurunan status Gunung Anak Krakatau mulai Senin, 21 September 2026 pukul 18.30 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan analisis dan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas vulkanik gunung api di Selat Sunda.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, menyebut penurunan status tersebut menjadi perkembangan yang patut disyukuri setelah erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor transportasi.
Menurut Bambang, dampak erupsi sebelumnya cukup terasa terhadap penerbangan. Abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat mengganggu operasional pesawat.
"Erupsi Gunung Anak Krakatau kemarin memang luar biasa dampaknya, khususnya ke dunia penerbangan sampai harus beberapa bandara tutup kemarin ya, termasuk di Bandara Radin Inten II, karena memang debunya ini sangat berbahaya, karena mengandung silika, sehingga sangat rawan terhadap mesin jet,” kata Bambang disela dialog Pemda Menyapa di Pro 1 RRI Bandar Lampung, Selasa, 22 September 2026.

Bambang menjelaskan, meski penerbangan sempat menghadapi gangguan, mobilitas masyarakat Lampung menuju Pulau Jawa tetap dapat berlangsung melalui jalur penyeberangan.
Menurutnya keberadaan berbagai moda transportasi menjadi salah satu kekuatan Lampung dalam menjaga mobilitas masyarakat ketika salah satu moda mengalami gangguan.
Dia menyebut Lampung memiliki sejumlah pilihan transportasi, mulai dari penyeberangan, penerbangan, pelabuhan, kereta api hingga angkutan jalan.
"Alhamdulillah kita kemarin masih ditopang oleh moda penyeberangan, sehingga masyarakat di Lampung kemarin tetap bisa beraktifitas untuk mobilisasi ke Pulau Jawa masih bisa dengan penyeberangan," ujarnya.
Dia mengatakan pemerintah daerah juga melakukan koordinasi selama periode erupsi melalui posko yang dibentuk di BPBD Lampung.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan, termasuk dampaknya terhadap sektor transportasi dan aktivitas masyarakat.
Bambang berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik sehingga aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas melalui berbagai moda transportasi, dapat berlangsung semakin normal.
"Alhamdulillah tadi malam posko sudah mengatakan bahwa statusnya sudah turun ke level II. Alhamdulillah mudah-mudahan ini akan betul-betul adem. Mudah-mudahan tidak batuk-batuk lagi," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....