Aktivitas Meningkat, Gunung Anak Krakatau Naik Status Menjadi Level III Siaga

  • 03 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Selatan - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Kamis, 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB.

Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, secara administratif masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan, terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak awal Juni 2026.

Berdasarkan pengamatan satelit Sentinel, sejak 1 Juni terdeteksi emisi gas SO2, anomali panas, serta munculnya titik api di kawah sejak 10 Juni. Kondisi tersebut diikuti peningkatan asap kawah dan lonjakan gempa vulkanik dangkal, seperti gempa Hembusan, Hybrid/Fase Banyak, dan Low Frequency.

Dalam dua hari terakhir, yakni 18–19 Juni 2026, jumlah gempa vulkanik dangkal meningkat drastis dengan rata-rata lebih dari 50 kejadian per hari. Menurut PVMBG, kondisi ini mengindikasikan adanya dinamika magma di bagian permukaan gunung.

Selama periode 16 Juni hingga 2 Juli 2026, PVMBG mencatat 740 gempa Hembusan, 520 gempa Hybrid/Fase Banyak, 247 gempa Low Frequency, 24 gempa Harmonik, 16 gempa Tremor Menerus, serta beberapa gempa vulkanik dan tektonik. Data tiltmeter juga menunjukkan adanya kecenderungan inflasi berskala rendah yang menandakan peningkatan tekanan di tubuh gunung.

Pada 26 Juni 2026, intensitas gempa Hembusan semakin meningkat disertai asap kawah berwarna kelabu yang mengandung abu vulkanik tipis ke arah barat hingga barat laut. Abu vulkanik tersebut juga terdeteksi oleh satelit Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, Australia.

Petugas PVMBG Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Argopancuran, Andi Suardi, mengatakan pada Kamis (2/7) pukul 14.05 WIB terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 20 detik.

Seiring peningkatan status menjadi Level III (Siaga), PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.

Masyarakat di wilayah pesisir Lampung dan Banten juga diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai isu mengenai tsunami akibat erupsi Anak Krakatau, serta selalu mengikuti informasi resmi dan arahan dari BPBD maupun PVMBG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....