Komisi XI DPR RI Apresiasi LPS Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan di Lampung
- 05 Sep 2026 16:31 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan mengapresiasi langkah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang terus memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Lampung Financial Festival.
Menurut Marwan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan mandat LPS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan secara inklusif.
"Pak Anggito dan kawan-kawan saya memberikan apresiasi karena sudah melaksanakan salah satu mandat dari Undang-Undang P2SK yang baru saja kita revisi menjadi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026," ujar Marwan saat menghadiri Lampung Financial Festival di Novotel Bandarlampung, Sabtu 5 September 2026.
Marwan menilai edukasi keuangan seperti yang dilakukan LPS penting dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk menjangkau generasi muda.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi membuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan literasi agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat.
"Ini tentu mempunyai dua sisi yang harus kita perhatikan. Pertama, tentu ada peluang di sini," katanya.
Marwan menyebut hampir seluruh generasi muda saat ini memiliki akses terhadap telepon pintar dan internet. Kondisi tersebut membuka peluang untuk berusaha, berdagang, menjadi content creator, hingga mengakses berbagai layanan keuangan.
Namun di sisi lain, ia mengingatkan adanya risiko yang harus diwaspadai, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
"Sangat banyak warga masyarakat kita yang terjerat investasi bodong. Kemudian masih juga banyak masyarakat kita, termasuk adik-adik mahasiswa, yang terjerat pinjol ilegal," ujarnya.
Karena itu, Marwan menilai kegiatan edukasi yang dilakukan LPS menjadi penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab.
Berdasarkan data yang disampaikannya, tingkat inklusi keuangan di Lampung telah mencapai 90,9 persen. Sementara tingkat literasi keuangan mencapai 72,3 persen.
Marwan mengatakan capaian tersebut menunjukkan akses masyarakat Lampung terhadap sektor keuangan sudah cukup luas. Namun, peningkatan literasi tetap diperlukan agar akses tersebut memberikan manfaat yang optimal.
Ia juga mengapresiasi kondisi pembiayaan sektor UMKM di Lampung. Pertumbuhan kredit UMKM di Lampung disebut mencapai 1,27 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 1,07 persen.
Menurut Marwan, penguatan UMKM menjadi perhatian penting karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
"97 persen tenaga kerja kita, lapangan pekerjaan kita dibuka oleh UMKM," katanya.
Marwan berharap LPS bersama lembaga dan kementerian terkait terus memperkuat edukasi dan literasi keuangan hingga ke berbagai daerah di Lampung.
Ia bahkan mendorong agar Lampung Financial Festival tidak hanya digelar di Bandarlampung, tetapi juga diperluas ke kabupaten dan kota.
"Kalau perlu nanti jangan di Bandar Lampung saja. Ke depannya di Kalianda, atau ke kampung saya di Way Kanan, atau ke Lampung Timur, sehingga semangat dan spirit inklusi dan literasi keuangan di Lampung ini bisa terus tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Marwan menilai kegiatan serupa perlu terus dilakukan untuk membekali generasi muda menghadapi perkembangan industri keuangan digital.
Ia juga mendorong agar edukasi menghadirkan pelaku industri investasi, termasuk investor saham dan pelaku aset kripto yang telah berhasil, sehingga generasi muda dapat memperoleh pemahaman dari pengalaman langsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....