Pengendalian Karhutla di Taman Nasional Way Kambas Butuh Sinergi Banyak Pihak

  • 05 Sep 2026 10:12 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, membutuhkan keterlibatan dan sinergi berbagai pihak. Komisi IV DPR RI menilai pengelolaan kawasan konservasi tidak dapat hanya dibebankan kepada pengelola taman nasional.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Haris Almashari, mengatakan penanganan karhutla harus melibatkan Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat sekitar kawasan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah dan menangani kebakaran di kawasan konservasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Haris dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke TNWK Lampung Timur, pada Kamis 3 September 2026. Ia menegaskan pengendalian karhutla membutuhkan peran bersama agar penanganan di lapangan dapat berjalan secara optimal.

"Pengendalian karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada pengelola taman nasional, tetapi membutuhkan sinergi Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sekitar," kata Abdul Haris. Menurutnya, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian kawasan TNWK.

Komisi IV DPR RI juga ingin memastikan tiga aspek utama pengendalian karhutla berjalan optimal. Ketiga aspek tersebut meliputi kesiapsiagaan dan deteksi dini, penanganan dan pemadaman, serta mitigasi dan pemulihan pascakebakaran.

Balai Besar TNWK mencatat sebanyak 16 kejadian karhutla sepanjang 2026 dengan total area terdampak mencapai 6.984 hektare. Sebagian besar kejadian tersebut berada di enam resort bagian barat yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

Kondisi kawasan yang berbatasan dengan permukiman membuat keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran. Edukasi, pengawasan, serta koordinasi dengan warga dinilai perlu diperkuat untuk menekan potensi munculnya titik api.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan siap memperkuat koordinasi dalam pengendalian karhutla di TNWK. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan masih ditemukannya titik panas berdasarkan pemantauan drone menjadi alasan seluruh pihak harus meningkatkan kesiapsiagaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....