Polinela Perkuat Riset Terapan untuk Pembangunan Lampung

  • 02 Sep 2026 13:50 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Politeknik Negeri Lampung atau Polinela memperkuat peran riset terapan untuk mendukung pembangunan daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam Seminar Nasional IPTEK Terapan atau SIPTEKTERA 2026 yang digelar di Polinela.

Kegiatan mengusung tema “Sinergi Inovasi Sains Terapan dan Transformasi Digital dalam Akselerasi SDGs” dengan mempertemukan unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas pemanfaatan hasil penelitian agar dapat diterapkan pada kebutuhan masyarakat dan sektor industri.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diarahkan pada kebutuhan pembangunan daerah. Ia mendorong hasil riset memiliki jalur yang jelas menuju penerapan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan dunia usaha.

“Keberhasilan riset tidak hanya ditentukan oleh banyaknya penelitian yang dihasilkan, tetapi juga oleh sejauh mana hasil penelitian tersebut mampu dimanfaatkan dan memberikan dampak,” ujar Rahmat Mirzani Djausal, Rabu, 2 September 2026.

Transformasi digital turut menjadi perhatian dalam pengembangan riset dan pendidikan vokasi di Lampung. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat produktivitas, serta membuka peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Direktur Polinela Dwi Puji Hartono mengatakan pendidikan vokasi memiliki posisi strategis karena proses pembelajarannya berkaitan erat dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Menurutnya, pengembangan riset di lingkungan kampus perlu diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat maupun dunia industri.

“Pendidikan vokasi memiliki karakteristik yang kuat dalam menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga riset yang dikembangkan perlu menjawab persoalan nyata di masyarakat dan industri,” ucap Dwi Puji Hartono.

Polinela mendorong penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui riset, inovasi, kerja sama industri, dan pengembangan teknologi. Langkah tersebut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki kemampuan memecahkan persoalan di lapangan.

SIPTEKTERA 2026 menghadirkan empat narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan industri untuk memperluas perspektif peserta. Materi yang dibahas mencakup kebijakan hilirisasi riset, ekonomi produksi hijau, ekonomi sirkular, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam agroindustri.

Kepala Tim Hilirisasi dan Industri Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, Adhi Indra Hermanu, membahas arah kebijakan hilirisasi riset dan transformasi digital pendidikan vokasi dalam mendukung pencapaian SDGs. Sementara itu, Guru Besar Polinela Fitriani membahas ekonomi produksi hijau dan inovasi agribisnis pangan.

Perspektif keberlanjutan turut disampaikan Guru Besar Universitas Lampung Udin Hasanudin melalui materi mengenai agroindustri berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Dari sektor industri, Manager Research and Development Great Giant Foods Ibun Parnadi memaparkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas bahan baku, efisiensi proses, dan daya saing global.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel interaktif dan diseminasi hasil riset melalui presentasi makalah secara paralel. Kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi peneliti dan akademisi untuk bertukar pengetahuan serta memperoleh masukan terkait pengembangan penelitian.

Melalui SIPTEKTERA 2026, Polinela mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan hasil riset, pengembangan inovasi, serta penguatan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan Lampung yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....