Pringsewu Masih Aman dari Karhutla, TNI Turunkan Tim Antisipasi Musim Kemara

  • 31 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Kebakaran hutan dan lahan belum menjadi masalah serius di Kabupaten Pringsewu. Namun, memasuki musim kemarau, aparat tidak ingin menunggu sampai api muncul baru bergerak. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI mendatangi Polres Pringsewu untuk memperkuat kesiapsiagaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Tim berjumlah tujuh personel tersebut dipimpin Kolonel CPM Tri Handaka, Pamen Ahli Bidang Pengembangan Organisasi Puspomad. Mereka diterima Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra bersama jajaran di Mapolres Pringsewu. Tri Handaka mengatakan, tim tersebut mulai bertugas sejak 26 Agustus 2026 dan dijadwalkan menjalankan penugasan selama 28 hari, hingga sekitar 22 September 2026 jika tidak ada perpanjangan.

Menurutnya, kondisi Pringsewu saat ini masih relatif aman dan terkendali. Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan karena musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran.

“Khusus untuk Kabupaten Pringsewu, kondisi saat ini masih relatif aman dan terkendali. Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Tri Handaka, Senin, 31 Agustus 2026.

Untuk Lampung, sekitar 100 personel TNI disiapkan membantu upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Personel tersebut ditempatkan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Tri Handaka menegaskan, keberadaan personel TNI bukan untuk mengambil alih pekerjaan pemerintah daerah maupun aparat kewilayahan.

“Kehadiran kami bukan berarti TNI tidak percaya terhadap pemerintah daerah beserta perangkatnya. Justru kami hadir untuk membantu dan memperkuat upaya yang sudah dilakukan oleh Polres dan pemerintah daerah,” katanya.

Menurutnya, dukungan personel TNI juga disiapkan untuk mempercepat mobilisasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran dan membutuhkan penanganan bersama. Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran yang sudah meluas akan jauh lebih sulit ditangani.

“Sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah sangat penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini sehingga tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Dadi.

Selain memperkuat koordinasi antarinstansi, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor jika melihat titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Dadi mengatakan, pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Kewaspadaan masyarakat di tingkat paling awal justru menjadi salah satu kunci agar api tidak berkembang menjadi bencana.

“Tujuan kita sama, yaitu mencegah terjadinya Karhutla serta menjaga situasi keamanan dan kondisi wilayah Kabupaten Pringsewu tetap aman, nyaman dan kondusif,” pungkasnya.

Saat ini, kondisi Pringsewu masih terkendali. Namun kedatangan tim TNI menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi Karhutla, lebih baik aparat datang sebelum api daripada terlambat ketika api sudah membesar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....