Sekda Lampung Minta Biro Perekonomian Jadi Pusat Kendali Ekonomi Daerah
- 28 Agt 2026 15:59 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan meminta Biro Perekonomian Setdaprov Lampung memperkuat peran sebagai pusat analisis, integrasi kebijakan, dan pengendalian pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Marindo saat memimpin Rapat Penguatan Peran Biro Perekonomian sebagai Pengendali, Pengintegrasi, dan Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Inklusif, Mandiri, dan Inovatif di Ruang Kerja Sekda, Jumat 28 Agustus 2026.
Marindo mengatakan, Biro Perekonomian memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mengoordinasikan kebijakan ekonomi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
“Biro Ekonomi ini lebih luas lagi. Kalau Biro Organisasi memastikan tata kelola internal, Biro Ekonomi memastikan tata kelola eksternal dalam hal ekonomi,” ujar Marindo.
Ia meminta Biro Perekonomian tidak sekadar menjalankan rutinitas rapat dan administrasi, tetapi menghasilkan analisis serta rekomendasi yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan secara cepat dan tepat.
Marindo menyebut lima peran strategis yang perlu diperkuat, yakni economic intelligence, economic policy hub, economic control, economic problem solver, serta memastikan setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Sebagai economic intelligence, Biro Perekonomian harus mampu membaca kondisi ekonomi sebelum kebijakan ditetapkan dan menyediakan economic briefing bagi pimpinan, khususnya terkait indikator seperti pertumbuhan ekonomi dan PDRB.
Sebagai economic policy hub, biro tersebut harus mengintegrasikan kebijakan lintas perangkat daerah, sementara sebagai economic control harus mampu menjadi sistem peringatan dini terhadap perubahan indikator ekonomi.
Untuk itu, Marindo mendorong pembangunan dashboard ekonomi Lampung yang memantau inflasi, harga komoditas, investasi, ekspor, kinerja BUMD, pertumbuhan ekonomi, dan indikator strategis lainnya secara harian, mingguan, dan bulanan.
Biro Perekonomian juga diminta mampu menjadi economic problem solver dengan memberikan rekomendasi cepat terhadap persoalan ekonomi. Marindo mencontohkan intervensi pasar yang dilakukan Dinas Perindustrian mampu mencegah kenaikan harga beras berdampak pada inflasi.
“Biro Ekonomi itu harus menjadi mata, otak, ruang kendali ekonomi Gubernur, Sekda, dan Wagub. Membaca masalah lebih awal, mengintegrasikan kebijakan, menggerakkan OPD, dan memastikan kebijakan ekonomi ini benar-benar menghasilkan dampak,” tegasnya.
Marindo juga meminta setiap program pemerintah dianalisis dampaknya terhadap produktivitas, nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai target pertumbuhan ekonomi Lampung hingga 8 persen pada 2030 dapat dicapai dengan perencanaan, koordinasi lintas sektor, pengukuran dampak, dan respons kebijakan yang tepat.
Ia pun mendorong jajaran Biro Perekonomian memperkuat budaya briefing secara rutin agar persoalan ekonomi dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
“Mudah-mudahan Biro Ekonomi seperti yang diharapkan, dapat menjadi mata dan telinga ekonomi bagi Pemerintah Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....