Dosen Unila Dorong Kesadaran Hukum untuk Pariwisata Berkelanjutan
- 28 Agt 2026 09:43 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung, Dr. Yulia Kusuma Wardani, mendorong masyarakat memahami pentingnya kesadaran hukum dalam menjaga keberlanjutan pariwisata. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dapat mendukung keamanan, kenyamanan wisatawan, serta keberlangsungan usaha di kawasan wisata.
Pesan tersebut disampaikan Yulia saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri atau BKS PTN Wilayah Barat 2026 di Pendopo Kantor Bupati Kabupaten Pangandaran. Kegiatan mengusung tema Beautiful Pangandaran: Sustainable Tourism dengan materi bertajuk “Masa Depan Wisata Pangandaran Ditentukan oleh Hukum, Dijaga oleh Pemuda”.
Yulia menjelaskan kualitas destinasi wisata tidak cukup dilihat dari keindahan alam. Kebersihan lingkungan, keamanan fasilitas, keterbukaan tarif, serta pelayanan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan wisatawan.
Menurut Yulia, penerapan aturan dalam aktivitas pariwisata juga berkaitan dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Tarif yang transparan, fasilitas yang aman, dan lingkungan yang terjaga dapat memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan.
"Kepatuhan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi strategi menjaga rezeki dan reputasi usaha," ujar Yulia, dikutip Kamis 27 Agustus 2026.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap ringan persoalan seperti sampah yang dibiarkan, tarif yang tidak wajar, maupun fasilitas wisata yang kurang memperhatikan keselamatan. Jika dibiarkan, persoalan tersebut dapat memengaruhi citra destinasi dan kepercayaan wisatawan.
Yulia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan pariwisata. Pemuda dapat terlibat dalam pengelolaan destinasi berbasis komunitas, promosi digital, pelayanan informasi wisatawan, hingga kegiatan menjaga kebersihan melalui Karang Taruna dan kelompok sadar wisata.
"Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton atau pekerja pendukung. Mereka perlu diberi ruang untuk mengelola, mempromosikan, dan menjaga destinasi," tutur Yulia.
Melalui kegiatan pengabdian tersebut, perguruan tinggi mendorong penerapan ilmu yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Keterlibatan dosen Unila juga menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam memperkuat kesadaran hukum dan pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata.
Kegiatan BKS PTN Wilayah Barat 2026 turut menghadirkan Yeni Januarsi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Putra Halomoan Hsb. dari UIN Syahada Padangsidimpuan, dan Wildan Dwi Dermawan dari Universitas Siliwangi sebagai pemateri.
Penguatan kesadaran hukum dan keterlibatan pemuda diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kualitas destinasi wisata. Langkah tersebut sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....