Kurikulum Akuakultur Disesuaikan Kebutuhan Industri Modern

  • 26 Agt 2026 21:07 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri menjadi fokus Program Studi Teknologi Akuakultur dalam menghadapi perkembangan sektor perikanan modern. Langkah tersebut dilakukan melalui lokakarya kurikulum yang digelar di Politeknik Negeri Lampung.

Kegiatan tersebut mengangkat tema transformasi kompetensi lulusan di era smart aquaculture, digitalisasi, dan green blue economy. Lokakarya diikuti dosen, praktisi, serta perwakilan industri yang memberikan masukan terkait kebutuhan dunia kerja saat ini.

Koordinator Program Studi Teknologi Akuakultur, Nur Indariyanti, mengatakan pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kompetensi lulusan tetap sesuai dengan perkembangan teknologi. Perubahan di sektor akuakultur dinilai berlangsung cepat dan membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif.

Menurut Nur Indariyanti, transformasi industri saat ini mencakup pemanfaatan teknologi digital, efisiensi produksi, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Karena itu, kurikulum perlu terus diperbarui agar lulusan memiliki kemampuan yang dibutuhkan industri.

"Pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kompetensi lulusan tetap selaras dengan perkembangan teknologi akuakultur dan kebutuhan sektor industri," ujarnya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Wakil Direktur Bidang Akademik Polinela, Didik Kuswadi, menilai pendidikan vokasi harus mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia kerja. Keterlibatan praktisi dan industri dalam penyusunan kurikulum menjadi salah satu strategi untuk memperkuat keterkaitan tersebut.

Lokakarya menghadirkan praktisi akuakultur, perusahaan perikanan, dan pengelola usaha budidaya sebagai narasumber. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan struktur dan substansi kurikulum Program Studi Teknologi Akuakultur.

"Transformasi industri harus diikuti dengan transformasi kompetensi lulusan. Kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan industri di masa mendatang," ucapnya mengatakan.

Hasil diskusi dan rekomendasi dari praktisi serta pelaku industri akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum ke depan. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja, adaptif terhadap teknologi, dan memahami prinsip keberlanjutan di sektor akuakultur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....