Program 350 Miliar untuk Lampung, Mentan Pastikan Bibit Kopi-Kakao Gratis
- 26 Agt 2026 18:58 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Tengah: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan program pengembangan komoditas perkebunan di Lampung, khususnya kopi dan kakao, diberikan secara gratis kepada petani. Hal itu disampaikan Amran saat meninjau pembibitan kopi dan kakao di Kabupaten Lampung Tengah, Rabu 26 Agustus 2026.
Amran mengatakan pemerintah menargetkan pengembangan lahan perkebunan di Lampung mencapai 30.000 hektare. Dari total tersebut, sekitar 12.000 hektare dialokasikan untuk tebu, sedangkan 18.000 hektare lainnya untuk pengembangan kopi dan kakao.
"Ini tanamannya sangat bagus. Target kita untuk Lampung ini 30.000 hektar, 12.000 tebu dan sisanya kopi dan kakao itu 18.000," ujar Amran.
Menurut Amran, pengembangan tersebut merupakan program khusus pemerintah yang menjadi bagian dari kebijakan Presiden untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan sekaligus memberikan manfaat bagi petani.
Untuk Lampung, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp350 miliar untuk mendukung program tersebut.
"Ini akan disalurkan adalah program khusus dari Pak Presiden, nilainya kurang lebih Rp350 miliar untuk Lampung. Insya Allah ini sangat bermanfaat untuk petani," katanya.
Amran juga menyebut program pengembangan komoditas tersebut memiliki target nasional yang besar. Pemerintah menargetkan pengembangan lahan mencapai sekitar 870.000 hektare di seluruh Indonesia.
"Target kita adalah 870.000 seluruh Indonesia, hampir 1 juta. Kemudian dengan anggaran Rp9,95 triliun, jangkauannya bisa mempekerjakan orang, Insya Allah itu sekitar kurang lebih 3 sampai 4 juta orang," ujarnya.
Terkait skema bantuan kepada petani, Amran menegaskan pemerintah tidak menerapkan mekanisme penjualan bibit. Seluruh komponen bantuan, mulai dari bibit hingga proses pengolahan dan penanaman, diberikan secara cuma-cuma kepada petani.
"Bukan, ini tidak ada pemasaran, ini gratis. Bibitnya gratis, pengolahannya gratis, penanamannya gratis, itu dari pemerintah," tegas Amran.
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan dukungan langsung kepada petani dalam bentuk bibit, biaya pengolahan lahan, serta biaya penanaman. Dengan demikian, petani tidak dibebani biaya untuk mendapatkan bantuan tersebut.
"Enggak, enggak dipasarkan, langsung ini gratis untuk petani. Hati-hati seluruh petani, ini adalah barang gratis. Ada biaya penanaman, ada biaya bibit, dan biaya olah lahan. Jadi ini gratis ya, ini nggak ada dijual," kata Amran.
Pemerintah berharap program tersebut dapat memperluas areal tanam komoditas perkebunan, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus membuka lapangan kerja melalui pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di berbagai daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....