Disbun Lampung Dorong Petani Kakao Tingkatkan Pengolahan Pascapanen

  • 26 Agt 2026 17:44 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dinas Perkebunan Provinsi Lampung terus mengedukasi petani kakao untuk meningkatkan kualitas hasil panen melalui proses fermentasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah hilirisasi agar petani tidak selalu menjual kakao dalam bentuk bahan baku.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Desti Arisandi mengatakan edukasi fermentasi tetap dilakukan meski selisih harga antara kakao fermentasi dan nonfermentasi saat ini belum terlalu besar. Petani diarahkan memahami manfaat pengolahan sehingga memiliki pilihan dalam meningkatkan nilai hasil panen.

Harga biji kakao nonfermentasi di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp51.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Kondisi harga tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mendorong petani melakukan fermentasi karena prosesnya membutuhkan waktu dan penanganan tambahan.

Pemerintah juga mengarahkan petani untuk melangkah lebih jauh melalui hilirisasi kakao. Petani didorong membentuk kelompok agar dapat mengolah kakao menjadi produk seperti pasta dan bubuk yang memiliki nilai tambah lebih besar.

Untuk mendukung penanganan pascapanen, Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 mengalokasikan 82 unit dryer di berbagai desa. Alat pengering tersebut dapat membantu petani mengeringkan hasil panen lebih cepat dan mendukung proses pengolahan komoditas di tingkat desa.

"Kami terus edukasi pekebun agar ke depan tidak menjual kakao kalau tidak dalam bentuk fermentasi ataupun produk turunan," ujar Desti, Selasa 25 Agustus 2026.

Desti menjelaskan edukasi dilakukan agar petani mulai terbiasa mengelola kakao dengan proses pascapanen yang lebih baik. Menurutnya, fermentasi dapat menjadi tahap awal sebelum petani mengembangkan kakao menjadi produk olahan.

Disbun berharap petani dapat meningkatkan kualitas kakao melalui pengolahan yang lebih baik sejak setelah panen. Penggunaan dryer dan penguatan kelompok petani diharapkan mendukung hilirisasi kakao hingga menghasilkan produk dengan nilai jual lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....