PLN Perkuat Program Listrik Masuk Sawah, Pengairan Pertanian Makin Efisien

  • 25 Agt 2026 07:09 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengairan pada lahan percontohan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Menjelang Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memperkuat dukungan terhadap sektor produktif dengan membangun jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air di kawasan pertanian tersebut.

Jaringan listrik tersebut memungkinkan pompa air bekerja untuk menjaga pasokan air ke persawahan, terutama saat curah hujan menurun dan memasuki musim kemarau. Keberadaan infrastruktur ini diharapkan membantu petani menjaga ketersediaan air sehingga produktivitas lahan tetap optimal.

General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan dukungan kelistrikan merupakan bagian penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian dari pola konvensional menuju pertanian modern. Menurutnya, penggunaan pompa listrik dinilai lebih hemat dan efisien dibandingkan pompa berbahan bakar minyak serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis.

“Di lokasi PM-AAS Lampung Tengah, PLN menghadirkan jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air,” ujar Noer. Ia menambahkan, kemudahan pengoperasian pompa listrik dapat membantu petani mengelola kebutuhan pengairan secara lebih efektif, khususnya ketika kondisi cuaca tidak mendukung.

Dukungan kelistrikan tersebut dinilai semakin penting karena pengairan menjadi salah satu faktor penentu produktivitas lahan pertanian. Dengan pasokan listrik yang lebih stabil, pompa bantuan Kementerian Pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air persawahan.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus Ketua Program Listrik Masuk Sawah, Hermansyah, mengatakan sinergi antara PLN, pemerintah dan dinas pertanian diperlukan untuk memastikan fasilitas pompa dapat digunakan secara maksimal. Ia menyebut pemetaan wilayah yang membutuhkan akses listrik akan terus dilakukan, terutama untuk mendukung kegiatan pertanian saat musim kemarau.

PLN UID Lampung mencatat dukungan elektrifikasi telah diberikan di berbagai kawasan pertanian, antara lain 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa, 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan, serta 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu. Seluruh lokasi tersebut telah memperoleh pasokan listrik PLN, sementara ke depan PLN menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian untuk memetakan kebutuhan listrik di kawasan pertanian lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....