Bukan Sekadar Juara, Musikalisasi Puisi Al Kautsar Jadi Ruang Belajar Siswa

  • 30 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung — Di balik keberhasilan meraih Pemenang I Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2026, terdapat proses panjang yang menjadi pengalaman berharga bagi enam siswa SMAS Al Kautsar Bandar Lampung.

Mereka adalah Prayata Rakha Syahwira, Muhammad Matahariku Aska, Eghy Rakha Setiawan, Regina Pitaloka Prianti, Fatisha Kireina, dan Muhammad Alifian Hadaya, yang tampil sebagai satu tim mewakili Provinsi Lampung dalam ajang nasional tersebut.

Didampingi guru sekaligus pelatih, Tubagus Restu Wibowo, mereka mempersiapkan penampilan dengan memadukan musik dan puisi melalui proses latihan, kerja sama, serta pembagian peran di dalam tim.

Pada kompetisi yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Hotel Luminor, Jakarta, 23 September 2026 itu, mereka membawakan puisi wajib “Anak Laut” karya Asrul Sani dan puisi pilihan “Rindu dan Ombak” karya Theoresia Rumthe.

Perjalanan menuju final tidak mudah. Pada tahap penyisihan, tim SMA Al Kautsar harus bersaing dengan 62 tim dari 31 provinsi. Penyisihan dilakukan secara daring melalui video penampilan. Setelah lolos ke dalam 10 besar, para siswa kemudian tampil secara langsung pada babak final di Jakarta. Penampilan mereka dinilai berdasarkan penafsiran puisi, komposisi dan aransemen, keselarasan atau harmonisasi, serta penampilan.

Hasilnya, Tim Musikalisasi Puisi SMAS Al Kautsar ditetapkan sebagai Pemenang I. Gelar tersebut sekaligus mempertahankan prestasi yang diraih pada tahun sebelumnya. Namun, bagi Tubagus Restu Wibowo, pencapaian tersebut bukan satu-satunya hal yang penting dari perjalanan para siswa.

Menurutnya, proses mengikuti kompetisi telah memberikan pembelajaran mengenai kerja keras, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, serta sikap saling mendukung.

“Yang paling membanggakan adalah anak-anak dapat tampil dengan penampilan terbaiknya. Namun, yang lebih penting, mereka tidak hanya mendapatkan prestasi, tetapi juga belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, rendah hati, saling mendukung, serta bertawakal kepada Allah,” ujarnya.

Tubagus mengatakan, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang siswa. Bahkan ketika menghadapi rasa gugup dan beberapa kesalahan saat tampil, para siswa tetap berusaha memberikan penampilan terbaik.

Ia menilai pengalaman berkompetisi di tingkat nasional dapat menjadi bekal bagi para siswa, tidak hanya dalam bidang seni dan sastra, tetapi juga dalam membangun karakter dan kemampuan bekerja bersama. Prestasi tersebut sekaligus menambah catatan keberhasilan SMAS Al Kautsar Bandar Lampung dalam membawa nama Provinsi Lampung di ajang Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....