Hari Konservasi Alam, Mitra Bentala Gandeng Perempuan Pesisir Tanam Mangrove

  • 20 Agt 2026 16:00 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Dalam rangkah memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada 10 Agustus Mitra Bentala menggadeng pemuda dan perempuan serta masyarakat melakukan aksi penanaman mangrove. Dalam aksi itu, sebanyak 4.000 tanaman berhasil ditanam di pesisir Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, tepatnya di Area Mangrove Cukunyinyi, Selasa 19 Agustus 2026.

Perwakilan Kelompok Mangrove Desa Sidodadi, Imam Santoso, menyampaikan jenis mangrove yang ditanam yakni Rhizophora Stylosa dan Rhizophora Apiculate. Menurutnya, metode tanam bisa dilakukan dengan cara bronjong menggunakan anyaman bambu berdiameter 45 cm dan tinggi 1 meter.

“Di mana setiap bronjong diisi 15-20 batang mangrove. Selain itu digunakan juga metode rumpon atau klaster yaitu dengan memusatkan sekitar 400-500 batang dalam satu titik,” kata Imam, dalam keterangan yang diterima RRI.CO.ID, Kamis 20 Agustus 2026.

Dia menjelaskan pemilihan metode ini merupakan inovasi adaptif yang dikembangkan di Area Mangrove Sidodadi untuk menghadapi dampak perubahan iklim seperti ombak tinggi.

“Bronjong ini sangat cocok untuk area pasang surut tinggi atau yang sering terkena banjir rob,” ujar Imam.

Program Manager Mitra Bentala Ogja Ajitio, aksi penanaman ini selaras dengan Program LCRISP dalam mendukung pilar Ekonomi Biru sesuai roadmap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, yang didukung Coast Facility Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Inggris (UKID).

“Keterlibatan pemuda juga sangat penting untuk menumbuhkan kepemimpinan, karena area mangrove ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi ekologi,” kata Ogja.

Sarunah dari Perempuan Pesisir menyampaikan terima kasih karena ikut dilibatkan dalam penanaman mangrove.

“Kegiatan ini untuk menjaga area mangrove kami, karena kami bisa tambah uang dapur dari pembuatan anyaman untuk pembibitan. Kami berharap mangrove ini akan berguna bagi generasi selanjutnya,” kata Sarunah.

Hari Konservasi Alam Nasional tahun ini mengusung tema "Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia". Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Hadir dalam kegiatan ini Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Lampung dan AIESEC Universitas Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....