Penjualan Ikan Asin dari Kota Agung Tembus ke Sejumlah Daerah
- 19 Agt 2026 22:15 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Produk ikan asin dari kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Kota Agung, Tanggamus, telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Lampung hingga luar provinsi. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penelitian dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengenai pengembangan UMKM pengolahan ikan asin.
Penelitian ini dilakukan Program Studi Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan Polinela dengan judul “Analisis Ketersediaan Ikan Bahan Baku Industri Ikan Asin di Pelabuhan Perikanan Pantai Kota Agung untuk Pengembangan UMKM Perikanan”. Khoerul Fatoni menjadi ketua tim dalam penelitian yang mengkaji bahan baku, produksi, dan pemasaran tersebut.
Produk ikan asin yang dihasilkan pelaku UMKM telah menjangkau Pringsewu, Bandar Jaya, Bandar Lampung, dan Metro. Distribusinya juga telah mencapai sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Provinsi Sumatera Barat.
“Jangkauan pemasaran ini menunjukkan adanya peluang pengembangan usaha ikan asin di kawasan Kota Agung. Penelitian diperlukan untuk melihat kebutuhan bahan baku sekaligus mendukung keberlanjutan produksi,” ujar Khoerul Fatoni, Rabu, 19 Agustus 2026.
Penelitian dilakukan dengan mengamati aktivitas UMKM pengolahan ikan asin di sekitar PPP Kota Agung. Tim mengumpulkan informasi mengenai sumber ikan, kapasitas produksi, pola distribusi, serta kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi.
Terdapat enam UMKM ikan asin yang aktif beroperasi di kawasan tersebut. Masing-masing unit usaha mampu mengolah hingga lima ton ikan bahan baku dalam satu siklus produksi dan menghasilkan sekitar dua ton ikan asin.
Bahan baku yang digunakan berasal dari ikan hasil pendaratan di PPP Kota Agung. Jenisnya meliputi ikan teri, layang, lemuru, selar, dan peperek yang kemudian diolah menjadi produk ikan asin untuk memenuhi permintaan pasar.
Kajian tersebut diharapkan dapat membantu melihat hubungan antara ketersediaan ikan dengan kemampuan UMKM memenuhi permintaan pasar. Informasi mengenai rantai pasok juga dapat menjadi dasar untuk memperkuat distribusi produk ikan asin dari kawasan pesisir Tanggamus.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus Darma Setiawan mendukung kerja sama riset antara pemerintah daerah dan Polinela. Ia menilai kolaborasi tersebut dapat membantu pemanfaatan sumber daya perikanan secara lebih optimal.
“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Lampung melalui kegiatan riset maupun kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di sektor perikanan,” ucap Darma Setiawan.
Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan UMKM ikan asin dari sisi bahan baku dan pemasaran. Jangkauan distribusi yang telah mencapai berbagai daerah menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....