Bahan Baku Jadi Fokus Riset UMKM Ikan Asin di Tanggamus

  • 19 Agt 2026 22:14 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Ketersediaan ikan menjadi perhatian dalam penelitian dosen Politeknik Negeri Lampung untuk mendukung keberlanjutan UMKM ikan asin di sekitar Pelabuhan Perikanan Pantai Kota Agung, Tanggamus. Kajian ini melihat pasokan bahan baku yang menjadi penentu kelancaran produksi pengolahan ikan asin masyarakat pesisir.

Penelitian berjudul “Analisis Ketersediaan Ikan Bahan Baku Industri Ikan Asin di Pelabuhan Perikanan Pantai Kota Agung untuk Pengembangan UMKM Perikanan” dilakukan Program Studi Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan Polinela. Penelitian tersebut diketuai Khoerul Fatoni dengan lokasi kajian berada di sekitar PPP Kota Agung.

Tim peneliti mengidentifikasi sumber pasokan, jenis ikan, kapasitas produksi, serta pola pengolahan yang dilakukan pelaku UMKM. Kajian ini diarahkan untuk memperoleh gambaran kebutuhan bahan baku sekaligus peluang pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan.

“Penelitian ini melihat kondisi ketersediaan bahan baku serta kebutuhan UMKM agar keberlangsungan usaha pengolahan ikan di kawasan pesisir dapat terus didukung,” ujar Khoerul Fatoni, Rabu, 19 Agustus 2026.

Hasil identifikasi menunjukkan terdapat enam UMKM ikan asin yang aktif beroperasi di sekitar PPP Kota Agung. Setiap unit usaha memiliki kapasitas pengolahan hingga lima ton ikan bahan baku dalam satu siklus produksi.

Jenis ikan yang digunakan sebagai bahan baku meliputi teri, layang, lemuru, selar, dan peperek. Pasokan ikan tersebut berasal dari hasil pendaratan ikan di PPP Kota Agung sehingga aktivitas nelayan dan kondisi pendaratan turut memengaruhi keberlangsungan produksi UMKM.

Penelitian juga melibatkan pelaku UMKM untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan bahan baku, proses produksi, kapasitas pengolahan, pemasaran, serta kendala usaha. Data lapangan tersebut menjadi bahan untuk menyusun gambaran pengelolaan bahan baku yang lebih sesuai dengan kondisi pelaku usaha.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus Darma Setiawan menyampaikan dukungan terhadap kegiatan riset yang dilakukan Polinela. Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat membantu mengoptimalkan potensi perikanan serta memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Lampung melalui kegiatan riset maupun kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di sektor perikanan,” ucap Darma Setiawan.

Melalui penelitian tersebut, Polinela berupaya memberikan gambaran mengenai kondisi bahan baku yang dibutuhkan UMKM ikan asin di kawasan PPP Kota Agung. Hasil kajian diharapkan dapat mendukung penguatan usaha pengolahan hasil perikanan dan ekonomi masyarakat pesisir Tanggamus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....