Manfaat Sujud dalam Salat bagi Tubuh Berdasarkan Penelitian
- 18 Agt 2026 08:34 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Sujud merupakan salah satu gerakan utama dalam salat ketika dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung kaki menyentuh lantai. Selain memiliki makna spiritual sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT, gerakan sujud juga melibatkan perubahan posisi tubuh, aktivitas otot, keseimbangan, serta respons sistem kardiovaskular. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa salat secara keseluruhan memiliki potensi manfaat bagi kesehatan fisik dan psikologis, meskipun penelitian yang secara khusus mengukur manfaat sujud masih relatif terbatas.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physical Therapy Science pada 2013 mengamati perubahan denyut jantung dan tekanan darah pada orang yang melakukan berbagai posisi salat, termasuk berdiri, rukuk, sujud, dan duduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi sujud berkaitan dengan denyut jantung yang lebih rendah dibandingkan beberapa posisi lainnya. Penelitian tersebut juga menemukan adanya penurunan tekanan darah setelah melakukan salat. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan posisi tubuh selama salat dapat memengaruhi respons sistem kardiovaskular, meskipun bukan berarti sujud dapat digunakan sebagai pengobatan hipertensi. (Salahuddin et al., 2013, Journal of Physical Therapy Science).
Dari sisi sistem saraf, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan adanya perubahan aktivitas otak dan sistem saraf otonom selama salat. Penelitian terhadap 30 pria Muslim sehat menunjukkan peningkatan aktivitas parasimpatis dan penurunan aktivitas simpatis ketika peserta melakukan salat. Sistem parasimpatis berperan dalam kondisi tubuh yang lebih tenang dan rileks sehingga temuan tersebut memberikan gambaran bahwa salat dapat membantu menciptakan kondisi fisiologis yang lebih rileks. (Doufesh et al., 2014).
Gerakan sujud juga menjadi bagian dari aktivitas fisik ringan dalam rangkaian salat. Tinjauan ilmiah mengenai salat menyebutkan bahwa gerakan salat melibatkan berbagai kelompok otot, persendian, serta sistem yang berperan dalam keseimbangan tubuh. Perpindahan posisi dari berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk membutuhkan koordinasi dan kontrol tubuh sehingga secara fisik dapat memberikan stimulasi ringan terhadap sistem muskuloskeletal. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa salat berpotensi mendukung fleksibilitas, keseimbangan, dan fungsi fisik, walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat klinisnya. (Batool et al., 2019, Journal of Physical Therapy Science).
Sementara itu, anggapan bahwa posisi sujud secara langsung meningkatkan aliran darah ke otak perlu disikapi secara hati-hati. Beberapa kajian membahas kemungkinan hubungan antara posisi sujud dan perubahan sirkulasi darah, tetapi bukti ilmiah yang secara langsung membuktikan bahwa sujud meningkatkan aliran darah ke otak dalam jumlah tertentu masih terbatas. Karena itu, klaim tersebut sebaiknya tidak disampaikan sebagai fakta medis yang sudah terbukti. Penelitian mengenai aktivitas otak selama praktik doa menunjukkan bahwa aktivitas dan aliran darah di sejumlah wilayah otak memang dapat mengalami perubahan, tetapi mekanismenya kompleks dan tidak semata-mata disebabkan oleh posisi kepala saat sujud.
Secara keseluruhan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa salat memiliki potensi manfaat terhadap aspek kardiovaskular, muskuloskeletal, keseimbangan, aktivitas otak, dan kondisi psikologis. Sujud sebagai salah satu bagian dari rangkaian salat turut melibatkan berbagai fungsi tubuh, tetapi manfaat tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari aktivitas salat secara keseluruhan, bukan sebagai terapi untuk penyakit tertentu.
Dengan demikian, sujud memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar perubahan posisi tubuh. Bagi umat Islam, sujud merupakan bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah SWT, sedangkan dari sisi fisiologis, gerakannya melibatkan otot, persendian, keseimbangan, serta perubahan respons tubuh. Penelitian yang ada memberikan indikasi positif mengenai manfaat aktivitas salat, namun penelitian lebih lanjut dengan jumlah peserta yang lebih besar dan metode yang lebih kuat masih diperlukan untuk mengetahui secara pasti manfaat kesehatan dari setiap gerakan salat, termasuk sujud.
Sumber penelitian: Doufesh H, Ibrahim F, Ismail NA, Wan Ahmad WA. Effect of Muslim Prayer (Salat) on α Electroencephalography and Its Relationship with Autonomic Nervous System Activity, 2014. PubMed; Salahuddin M, et al. Assessment of Heart Rates and Blood Pressure in Different Salat Positions, Journal of Physical Therapy Science, 2013. J-STAGE; Batool A, et al. Salat (Muslim prayer) as a therapeutic exercise, Journal of Physical Therapy Science, 2019. PubMed; A review of the literature on the health benefits of Salat (Islamic prayer), Journal of Religion and Health, 2021. PubMed
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....