Pemkab Tubaba dan Telkom University Gagas Kolaborasi Riset
- 11 Agt 2026 00:02 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Tulang Bawang Barat – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggagas kolaborasi riset dengan Telkom University melalui program hibah hilirisasi riset prioritas sinergi dari Kementerian Pendidikan Tinggi.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam rapat daring di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba, Senin, 10 Agustus 2026.
Riset yang digagas bertajuk “SMART-ZISWAF-TUBABA: Model AI-GIS-STEM untuk ZISWAF Produktif, Ekonomi Sirkular Pengolahan Sampah, dan Ketahanan Pangan Berbasis Data di Tubaba, Lampung.”
Program tersebut mengembangkan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI), Geographic Information System (GIS), dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk mendukung pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).
Sistem juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular serta ketahanan pangan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Rapat dipimpin Sekda Tubaba Iwan Mursalin dan dihadiri Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tubaba serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dari Telkom University hadir tim peneliti Iswahyudi Hidayat, Amaliyah Rohsari Indah Utami, dan Yasmin Mumtaz.
Iwan Mursalin mengapresiasi Telkom University yang memilih Tubaba sebagai mitra dan lokus riset. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mengembangkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, transparan, dan akuntabel.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Telkom University. Tubaba mendapatkan perhatian untuk menjadi tempat riset, terutama di bidang pengelolaan persampahan yang pada akhirnya sampah tersebut bisa menjadi dana bernilai ekonomi," ujar Iwan Mursalin.
“Baznas Tubaba juga perlu untuk melakukan transformasi digital, riset ini bisa menjadi terobosan. Potensi dana dari pengelolaan sampah dan partisipasi masyarakat diharapkan bisa meningkat. Dengan sistem digital ini, seluruh pertanggungjawaban terkait pengumpulan dan pendayagunaan dana masyarakat tercatat dengan baik, transparan, serta akuntabel," katanya, menambahkan.
Kepala Dinas Kominfo Tubaba, Aidil Adrian Pattikraton, mengatakan kolaborasi tersebut berangkat dari capaian pengelolaan ZISWAF di Tubaba yang telah mendapat pengakuan di tingkat provinsi dan nasional.
"Pengelolaan zakat dan infak di Tubaba sudah menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung bahkan meraih penghargaan nasional. Kehadiran tim Telkom University akan melengkapi keberhasilan ini melalui pendekatan teknologi AI, GIS, dan STEM agar pemodelannya dapat terakumulasi dalam satu database yang utuh, sekaligus menjadi contoh yang bisa diduplikasi oleh daerah lain di Indonesia," ujar Aidil.
Tim peneliti Telkom University, Iswahyudi Hidayat, mengatakan riset tersebut diarahkan pada penerapan program di lapangan. Ia juga mengapresiasi aktivitas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat tiyuh serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Sementara itu, Amaliyah Rohsari Indah Utami menjelaskan platform SMART-ZISWAF-TUBABA akan mengintegrasikan AI, GIS, STEM, Internet of Things (IoT), Big Data, dan aplikasi mobile.
Platform tersebut memiliki empat fokus utama, yaitu pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, smart farming dan ketahanan pangan, penguatan literasi STEM, serta tata kelola ZISWAF digital.
Pada sektor persampahan, teknologi diarahkan untuk mendukung pengolahan sampah dari tingkat keluarga hingga tempat pemrosesan akhir. Program juga mencakup pemetaan lahan kritis, budidaya perikanan, peternakan komunal, pekarangan pangan bergizi, dan pemberdayaan UMKM berbasis data.
Sementara pada aspek ZISWAF, sistem akan mengintegrasikan data muzakki dan mustahik untuk mendukung transparansi serta penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran.
Riset tersebut dirancang dalam roadmap tiga tahun. Tahun pertama difokuskan pada pemetaan potensi, integrasi data awal, pembuatan Minimum Viable Product (MVP), pilot project di tiga hingga lima tiyuh, serta pelatihan masyarakat.
Tahun kedua diarahkan pada ekspansi dan optimalisasi, sedangkan tahun ketiga ditargetkan untuk penerapan penuh dan operasionalisasi Decision Support System (DSS) bagi Pemkab Tubaba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....