BI Lampung Fasilitasi Balam-Metro Gandeng Solok untuk Pasokan Bawang Merah
- 31 Jul 2026 17:21 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui fasilitasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) antara Pemerintah Kota Bandar Lampung, Pemerintah Kota Metro, dan Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kolaborasi tersebut difokuskan untuk menjamin pasokan bawang merah sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi di Provinsi Lampung.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antarpemerintah daerah (Government to Government/G2G) oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, dan Bupati Solok Jon Firman Pandu, serta perjanjian kerja sama antarpelaku usaha (Business to Business/B2B) antara petani bawang merah Kabupaten Solok dengan offtaker dari Bandar Lampung dan Metro. Penandatanganan berlangsung di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Kamis 30 Juli 2026.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, mengatakan kerja sama antardaerah merupakan salah satu strategi pengendalian inflasi dari sisi pasokan dengan mempertemukan daerah penghasil dan daerah konsumen.
"Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi segera diikuti transaksi yang terukur dan berkelanjutan. Dengan distribusi yang lebih efisien, konsumen memperoleh pasokan dan harga yang lebih stabil, sementara petani memperoleh pasar yang lebih luas," ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026, sekaligus tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Wilayah Sumatera yang mendorong penguatan perdagangan komoditas pangan strategis antardaerah.
BI Lampung memandang kolaborasi ini penting karena produksi bawang merah di Lampung masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro. Sebaliknya, Kabupaten Solok memiliki produksi bawang merah sekitar 218,9 ribu ton pada 2025, jauh di atas produksi Lampung yang hanya sekitar 1,3 ribu ton, sehingga memiliki potensi besar sebagai pemasok utama.
Sebagai bentuk implementasi nyata, kerja sama tersebut langsung ditindaklanjuti dengan transaksi perdana antara offtaker dari Bandar Lampung dan Metro dengan petani bawang merah Kabupaten Solok. Distribusi komoditas didukung oleh PT Pos Indonesia sebagai mitra logistik guna memastikan kelancaran pasokan ke Lampung.
Tak hanya memfasilitasi kemitraan, BI Lampung juga akan terus mengawal keberlanjutan kerja sama melalui penguatan koordinasi, penyediaan data produksi dan kebutuhan, peningkatan kapasitas petani, hingga evaluasi berkala terhadap pelaksanaan KAD. Selain itu, pemerintah daerah di Lampung akan mempelajari praktik terbaik Kabupaten Solok dalam pengembangan sentra bawang merah, termasuk tata kelola budidaya, pembinaan kelompok tani, dan sistem perbenihan varietas lokal SS Sakato sebagai referensi pengembangan produksi di Lampung.
Melalui langkah tersebut, BI Lampung berharap kerja sama antardaerah tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga bawang merah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta melindungi daya beli masyarakat di Provinsi Lampung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....