Sistem ERP Bantu UMKM Kopi Lampung Kelola Usaha

  • 08 Agt 2026 17:29 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Transformasi digital mulai diterapkan pada UMKM Kopi Robusta Siger Mas di Bandar Lampung melalui pemanfaatan sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Program tersebut dijalankan tim dosen Politeknik Negeri Lampung untuk membantu pengelolaan usaha menjadi lebih efisien dan terintegrasi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di UMKM Kopi Robusta Siger Mas milik Muchtarom yang berlokasi di Kedaton, Bandar Lampung. Program tersebut dipimpin Taufik Nugraha Agassi, bersama Fahrulsyan, Deary Amethy, Nurma Pratiwi, Ailsa Azalia, Giffary Pramafisi Soeherman, M. Perdiansyah Mulia H, Pridata Gina Putri, dan Kurnia Rimadhanti Ningtyas.

Selama ini pengelolaan pembelian bahan baku, produksi, persediaan, hingga penjualan masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membuat proses administrasi memerlukan waktu lebih lama dan berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan.

Tim pengabdian kemudian memperkenalkan sistem ERP berbasis Odoo yang mampu menghubungkan seluruh proses bisnis dalam satu platform. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan usaha dilakukan secara real time.

"Transformasi digital bukan hanya mengenai penggunaan aplikasi, tetapi bagaimana seluruh proses bisnis dapat berjalan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan berbasis data," ucap Ketua Tim PkM, Taufik Nugraha Agassi, Jumat, 7 Agustus 2026.

Melalui sistem tersebut, pemilik usaha dapat mengetahui kondisi stok bahan baku, proses produksi, hingga penjualan secara lebih cepat. Data yang tersaji juga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan usaha.

Pemilik UMKM Kopi Robusta Siger Mas, Muchtarom, mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan tim dosen Polinela. Menurutnya, sistem baru membuat pengelolaan usaha menjadi lebih terstruktur.

"Dengan adanya pendampingan implementasi ERP, kami memperoleh cara kerja yang lebih terstruktur, pencatatan menjadi lebih rapi, dan kami semakin optimistis untuk mengembangkan usaha," ujar Muchtarom.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional UMKM sekaligus memperkuat daya saing produk kopi robusta Lampung. Model serupa juga berpeluang diterapkan pada pelaku usaha agroindustri lainnya di Provinsi Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....