Cegah Korupsi dari Rumah: Disiplin Keluarga Jadi Kunci Membentuk Generasi Berinte
- 06 Agt 2026 22:01 WIB
- Bandar Lampung
RI.CO.ID, Bandar Lampung :
encegahan korupsi tidak selalu dimulai dari ruang sidang atau lembaga pemerintahan. Nilai antikorupsi justru dapat dibangun sejak dari rumah melalui kebiasaan dan disiplin yang diterapkan dalam keluarga.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam dialog SANKSI (Suara Anti Narkoba, Korupsi, dan Judi) RRI Pro 1 Bandar Lampung 90,9 FM, Rabu (5/8/2026), yang menghadirkan Dr. Yusdianto, S.H., M.H., Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung, dengan dipandu presenter Tiara Wahyuni.
Dalam dialog tersebut, Dr. Yusdianto menyampaikan bahwa keluarga memiliki posisi penting dalam menyiapkan setiap anggotanya agar memiliki karakter kuat dan tidak mudah terjerumus pada perilaku koruptif. Menurutnya, pencegahan korupsi harus dimulai melalui pembentukan budaya keluarga yang menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
"Keluarga adalah sekolah pertama bagi seseorang. Apa yang dibiasakan di rumah akan membentuk cara berpikir dan perilaku seseorang ketika berada di lingkungan yang lebih luas," jelasnya.
Ia menjelaskan sejumlah disiplin keluarga yang dapat menjadi fondasi pencegahan korupsi, di antaranya disiplin kejujuran, yaitu membiasakan anggota keluarga berkata dan bertindak sesuai fakta, termasuk dalam hal kecil seperti mengakui kesalahan atau tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Selain itu, terdapat disiplin tanggung jawab, yakni membangun kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Anak-anak perlu dibiasakan menyelesaikan kewajiban, menjaga amanah, serta memahami bahwa kepercayaan merupakan nilai yang harus dipelihara.
Disiplin berikutnya adalah pengelolaan kebutuhan dan keinginan. Keluarga perlu mengajarkan pola hidup sederhana agar anggota keluarga tidak terbiasa mengejar gaya hidup berlebihan yang dapat mendorong seseorang mencari jalan pintas dengan cara yang tidak benar.
"Kesederhanaan bukan berarti kekurangan, tetapi kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ini merupakan bagian dari pendidikan karakter antikorupsi," kata Dr. Yusdianto.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin keterbukaan, terutama dalam pengelolaan keuangan keluarga. Kebiasaan berdiskusi mengenai pemasukan, pengeluaran, serta penggunaan uang secara bertanggung jawab dapat membangun budaya transparansi sejak dini.
Menurutnya, keluarga yang menerapkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan keterbukaan akan menjadi lingkungan yang mampu melahirkan individu berintegritas.
Melalui dialog SANKSI, RRI Pro 1 Bandar Lampung mengajak masyarakat melihat bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga dimulai dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
Dengan membangun disiplin keluarga yang kuat, setiap rumah dapat menjadi tempat pertama dalam mencetak generasi yang memiliki karakter antikorupsi dan siap menjaga kepercayaan publik di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....