Peminat Program Magang ke Jepang di Pringsewu Meningkat, 73 Peserta Lolos
- 05 Agt 2026 15:01 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Minat generasi muda Kabupaten Pringsewu mengikuti program pemagangan ke Jepang terus meningkat. Pada seleksi tahun 2026, jumlah pendaftar mencapai 172 orang, naik dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 164 peserta.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pringsewu, Nia Marulita, mengatakan tingginya animo masyarakat menunjukkan program pemagangan ke Jepang semakin dipercaya sebagai salah satu jalur untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja muda.
"Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta daya saing tenaga kerja melalui kesempatan memperoleh pengalaman kerja di luar negeri," kata Nia, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, proses seleksi masih terus berlangsung secara bertahap. Dari 172 peserta yang mengikuti seleksi awal, sebanyak 112 orang dinyatakan lolos tes matematika dan kesamaptaan. Setelah mengikuti tes fisik, jumlah peserta menyusut menjadi 88 orang.
Selanjutnya, pada tahap wawancara, sebanyak 15 peserta dinyatakan tidak lolos sehingga kini tersisa 73 peserta yang masih berpeluang mengikuti program pemagangan ke Jepang. Meski demikian, Nia menegaskan jumlah peserta yang akan diberangkatkan belum dapat dipastikan. Sebab, seluruh peserta masih harus mengikuti tahapan medical check-up dan tes kemampuan bahasa Jepang atau kakuning sebelum dinyatakan lolos akhir.
"Kami belum bisa memastikan apakah 73 peserta ini nantinya akan berangkat semua karena masih ada tahapan pemeriksaan kesehatan dan tes bahasa Jepang," ujarnya.
Menurut Nia, sebelum diberangkatkan ke Jepang para peserta diwajibkan mempersiapkan berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, kemampuan bahasa Jepang, keterampilan kerja hingga kesiapan mental dan pemahaman terhadap budaya kerja di negara tersebut.
Sebagian besar peserta telah mengikuti pelatihan bahasa Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), sementara lainnya belajar secara mandiri sebagai bekal berkomunikasi dan beradaptasi di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari di Jepang.
Selain itu, peserta juga dibekali sertifikat kompetensi atau sertifikat pelatihan sesuai bidang keahlian masing-masing sebagai syarat untuk memenuhi kebutuhan perusahaan penerima di Jepang. Tak hanya kemampuan teknis, peserta juga akan mengikuti pembekalan mengenai budaya kerja Jepang, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, etos kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta profesionalisme.
Nia menjelaskan, program IM Japan bekerja sama dengan banyak perusahaan di berbagai wilayah Jepang dengan kebutuhan tenaga kerja yang beragam. Bidang pekerjaan yang tersedia antara lain sektor konstruksi bangunan dan infrastruktur, manufaktur, pengelasan, pengecoran logam, mekanik, hingga berbagai sektor industri lainnya.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu, keterampilan, pengalaman, dan nilai-nilai positif selama berada di Jepang. Bupati juga mengingatkan peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, dan Indonesia dengan menunjukkan sikap disiplin, profesional, serta berprestasi selama mengikuti program pemagangan.
"Pemerintah berharap setelah menyelesaikan program ini para peserta dapat kembali ke Pringsewu dengan membawa pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat, mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tutup Nia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....