Ratusan Ribu Warga Pesawaran Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
- 25 Jul 2026 05:53 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pesawaran - Sebanyak 144.381 warga Kabupaten Pesawaran telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 20 Juli 2026.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Chris Manurung mengatakan, layanan CKG terus berjalan di seluruh puskesmas dengan didukung sosialisasi secara masif kepada masyarakat.
Untuk meningkatkan cakupan peserta, Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas tidak hanya membuka layanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga menerapkan strategi jemput bola ke berbagai lokasi.
"Pelayanan tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi juga melalui kegiatan di desa, sekolah, perkantoran, serta berbagai momentum pelayanan kesehatan lainnya," kata Chris, Jumat 24 Juli 2026.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit.
Chris optimistis jumlah peserta CKG akan terus bertambah hingga akhir tahun seiring semakin luasnya sosialisasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah desa, sekolah, perusahaan, serta berbagai lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target program CKG tahun 2026.
“Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan ini, semakin besar peluang menemukan penyakit sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, CKG di Pesawaran juga diintegrasikan dengan skrining tuberkulosis (TB).
Setiap peserta akan menjalani penapisan berdasarkan gejala maupun faktor risiko penyakit tersebut.
Petugas akan menanyakan riwayat batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, demam yang berlangsung lama, hingga riwayat kontak dengan penderita TB.
Jika ditemukan indikasi mengarah pada TB, peserta akan menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk Tes Cepat Molekuler (TCM) di fasilitas kesehatan yang tersedia atau melalui mekanisme rujukan.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga meningkatkan edukasi mengenai penyakit genetik seperti talasemia melalui skrining kelompok sasaran dan konseling kesehatan.
Edukasi tersebut mencakup pentingnya deteksi dini, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum menikah bagi kelompok yang berisiko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....