Pemkab Pesawaran Nilai Magang ke Jepang Berpeluang, namun Biaya Masih Jadi Kendala

  • 17 Jul 2026 09:37 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran menilai program magang ke Jepang berpotensi menjadi peluang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi. Namun, besarnya biaya yang harus ditanggung peserta masih menjadi kendala utama.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pesawaran, Muhammad Iqbal, mengatakan masyarakat diperkirakan memiliki antusiasme tinggi apabila program tersebut dapat berjalan dengan skema yang jelas dan memberikan kepastian bagi peserta.

“Kalau melihat kondisi sekarang, tentu ini menjadi peluang bagi anak-anak kita untuk berkarier atau bekerja di luar negeri. Program seperti ini sebenarnya bagus,” kata Iqbal, Kamis, 16 Juli 2026.

Meski demikian, ia menjelaskan program yang ditawarkan merupakan program magang, bukan penempatan kerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Yang ditawarkan itu magang, bukan bekerja di Jepang. Dalam program magang tentu peserta masih dalam proses belajar, meskipun tetap mendapatkan penghasilan selama mengikuti program,” ujarnya.

Iqbal mengungkapkan, salah satu alasan Pemkab Pesawaran belum menjalin kerja sama dengan LPK swasta adalah karena peserta masih dibebankan biaya yang dinilai cukup besar. Selain itu, calon peserta juga diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa dan budaya sebelum diberangkatkan.

Menurutnya, hingga kini belum ada skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan peserta magang. Fasilitas tersebut saat ini hanya tersedia bagi calon Pekerja Migran Indonesia.

“Kalau pembiayaan melalui KUR memang ada untuk pekerja migran Indonesia. Untuk program magang, sampai saat ini saya belum mendengar ada fasilitas seperti itu,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....