Kampung Prancis Metro Kenalkan Bahasa dan Sejarah
- 13 Jul 2026 16:45 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Metro - Kampung Prancis atau Village Français di Kota Metro berkembang menjadi ruang pembelajaran bahasa dan budaya Prancis bagi masyarakat. Komunitas yang diresmikan pada 24 Agustus 2025 ini juga mengangkat sejarah lokal yang berkaitan dengan keturunan pekerja Indonesia di Kaledonia Baru.
Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Universitas Lampung dan Pemerintah Kota Metro. Hingga saat ini, puluhan warga telah bergabung dan mengikuti kegiatan belajar secara rutin.
Dosen Universitas Lampung, Arie Fitria, menjadi salah satu penggerak komunitas tersebut bersama para pencinta bahasa Prancis dan Ikatan Alumni Prancis Indonesia Lampung. Kegiatan pembelajaran mencakup pengenalan bahasa, budaya, hingga gastronomi Prancis.
Latar belakang pembentukan Kampung Prancis berawal dari sejarah Blok Kaledonia di Desa Totokaton. Kawasan itu dikenal sebagai tempat tinggal sebagian keturunan pekerja asal Indonesia yang pernah menetap di wilayah Prancis sebelum kembali ke tanah air.
"Kehadiran Village Français dapat membawa manfaat, seperti melestarikan sejarah sekaligus berdampak bagi warga di sekitar Village Français sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM," ujar Arie Fitria, Senin, 13 Juli 2026.
Pembelajaran dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari ceramah hingga praktik langsung bersama penutur asli. Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk mengenal bahasa dan budaya Prancis secara lebih dekat.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Tidak sedikit warga dari luar wilayah Metro yang mulai mencari informasi mengenai program dan materi pembelajaran yang tersedia.
"Melalui pembelajaran bahasa dan budaya Prancis dapat meningkatkan soft skill, termasuk kemampuan beradaptasi dengan orang asing dan memiliki wawasan dalam pergaulan internasional," ucapnya.
Keberadaan Kampung Prancis diharapkan dapat mendukung Metro sebagai kota pendidikan sekaligus memperkuat pelestarian sejarah lokal. Program ini juga menjadi sarana memperluas wawasan lintas budaya dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....