Gubernur Tegaskan Budaya Jadi Fondasi Pembangunan SDM Lampung

  • 22 Mei 2026 21:55 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri acara “Cawo Bubalah Lampung” dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Gedung Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat 22 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menegaskan pentingnya budaya sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Lampung. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya dan identitas daerah.

“Pendidikan bukan hanya soal belajar di sekolah, nilai rapor, atau mengejar prestasi akademik saja. Pendidikan juga tentang bagaimana anak-anak kita mengenal budaya, mencintai daerah, dan menjaga jati diri Lampung,” ujarnya.

Gubernur Mirza mengatakan pembangunan Lampung menuju Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh langkah yang dilakukan saat ini, baik dalam sektor ekonomi, industri, pariwisata, infrastruktur, maupun pendidikan.

Ia menjelaskan budaya merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat Lampung. Falsafah hidup masyarakat Lampung seperti Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan dinilai menjadi kekuatan yang menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, nilai Piil Pesenggiri kerap disalahartikan sebagai sikap keras, padahal makna sebenarnya adalah menjaga martabat, memiliki rasa malu, dan semangat saling menolong antarsesama.

Gubernur Mirza juga menilai budaya Lampung selama ini berhasil menjadi perekat sosial, termasuk dalam keberhasilan program transmigrasi di daerah tersebut. Keterbukaan masyarakat Lampung disebut menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan harmonis antarsuku dan agama.

Ia mengungkapkan saat ini masyarakat asli Lampung hanya sekitar 13 persen dari total 9,5 juta penduduk. Namun demikian, seluruh masyarakat yang tinggal dan mencintai Lampung dinilai merupakan bagian dari identitas Lampung itu sendiri.

“Nilai-nilai budaya inilah yang harus kita pertahankan hingga ratusan tahun ke depan,” katanya.

Selain itu, Gubernur Mirza menyoroti dampak perkembangan teknologi dan media sosial terhadap perubahan karakter generasi muda. Karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai budaya kepada anak-anak.

“Anak-anak hanya beberapa jam berada di sekolah. Selebihnya bersama keluarga. Karena itu, keluarga memiliki peran besar dalam menanamkan nilai budaya Lampung,” ujarnya.

Ia menambahkan budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai kekayaan budaya Lampung seperti seruit, kain tapis, siger, dan tarian tradisional disebut sebagai daya tarik wisata unggulan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza turut mengapresiasi organisasi masyarakat dan komunitas budaya yang aktif melestarikan adat Lampung, termasuk Mighrul Lampung Bersatu.

Ia berharap gerakan pelestarian budaya dapat terus berkembang hingga tingkat kecamatan agar bahasa, adat istiadat, dan kesenian Lampung tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Mari jadikan Hari Pendidikan Nasional sebagai pengingat bahwa anak-anak Lampung harus maju dalam pendidikan dan pemikirannya, tetapi tidak melupakan akar budayanya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Mighrul Lampung Bersatu, Dwita Ria Gunadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian perempuan Lampung terhadap pelestarian bahasa daerah.

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional harus relevan dengan upaya menjaga akar budaya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Kebangkitan saat ini dimulai dari kesadaran bahwa identitas, ilmu pengetahuan, dan budaya adalah kekuatan utama bangsa. Melalui Lomba Cawo Bubalah dan kursus daring bahasa Lampung, kita sedang menjaga identitas generasi muda,” ujar Dwita Ria.

Ia menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut merupakan implementasi Instruksi Gubernur Nomor 4 Tahun 2025 tentang program “Kamis Beradat”. Kebijakan itu diharapkan tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi juga diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Lampung.

Dalam acara tersebut juga diumumkan para pemenang Lomba Video Bubalah Bahasa Lampung Tahun 2026. Pada kategori DPP/DPD Mighrul Lampung Bersatu, Juara I diraih DPP Bidang Seni dan Olahraga, Juara II DPD Kota Metro, dan Juara III DPP Bidang Pendidikan.

Sementara Juara Harapan I diraih DPD Kabupaten Tulang Bawang, Juara Harapan II DPD Kabupaten Lampung Barat, dan Juara Harapan III DPD Kabupaten Way Kanan.

Untuk kategori umum, Juara I diraih Tim Inti asal Kota Bandar Lampung, Juara II Anisa Tri Oktavia dan kawan-kawan asal Kota Bandar Lampung, serta Juara III Mutia dan kawan-kawan asal Kabupaten Tulang Bawang. Adapun Juara Favorit diberikan kepada Tim Nyenyok asal Kabupaten Way Kanan.

Penghargaan khusus Karya Motivasi Terbaik diberikan kepada Tim Jejamo Production asal Kota Bandar Lampung.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....