Warga Pringsewu Berharap Operasi Pasar Rutin Digelar

  • 24 Jun 2026 16:25 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Ratusan warga memadati kawasan Pasar Sukoharjo, Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, sejak Selasa pagi (23/6/2026). Kedatangan masyarakat yang didominasi oleh ibu rumah tangga ini dipicu oleh digelarnya Gerakan Serentak Penetrasi Pasar yang menyalurkan komoditas pangan pokok di bawah harga eceran pasar tradisional.

Dalam operasi pasar tersebut, sejumlah bahan kebutuhan mendasar seperti beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir menjadi komoditas yang paling diburu. Antrean panjang sempat terlihat di beberapa titik lapak penyaluran, merefleksikan tingginya ketergantungan warga terhadap alternatif pangan murah di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya menentu.

"Sangat membantu, apalagi untuk kebutuhan pokok sehari-hari yang harganya di pasar biasa terus merangkak naik," ujar Gema, salah satu warga di lokasi, Ranu 24 Juni 2026.

Antusiasme yang tinggi ini dipicu oleh selisih harga yang cukup signifikan berbanding harga di pasaran umum, sehingga memberikan ruang napas bagi anggaran belanja rumah tangga mereka.

Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, yang memantau langsung situasi di lapangan mengungkapkan bahwa tingginya animo masyarakat menunjukkan program ini tepat sasaran. Ia mengklaim kualitas bahan pangan yang didistribusikan lewat program kolaborasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung ini tetap terjaga dengan baik meski dijual dengan harga miring.

"Masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta kualitas terjamin," ucap Umi Laila di tengah kerumunan warga.

Gerakan penetrasi pasar ini menjadi bagian dari rangkaian panjang operasi pasar keliling yang digelar sepanjang Juni 2026. Skema distribusi ini sengaja menyasar pasar-pasar kecamatan agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat akar rumput secara merata.

Sebelum mencapai Sukoharjo, serbuan sembako murah ini telah lebih dulu menyambangi Pasar Pringsewu, Pasar Pagelaran, Pasar Pardasuka, dan Pasar Banyumas.

Melihat tingginya ketergantungan dan respons positif dari warga di lima titik tersebut, banyak pihak berharap pemenuhan pangan murah ini tidak berhenti sebagai program insidentil, melainkan diubah menjadi agenda rutin bulanan. Selanjutnya, masyarakat di wilayah Kecamatan Adiluwih dijadwalkan akan menerima giliran penetrasi pasar ini pada akhir pekan mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....