Terapkan Smart Farming Cabai, Tubaba Perkuat Ketahanan Pangan
- 19 Jun 2026 13:33 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Tulang Bawang Barat - Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Bank Indonesia melalui program CSR melaksanakan Smart Farming penanaman cabai dalam rangka pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah, di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Jumat, 19 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Tubaba, Novianti Novriwan, secara simbolis bersama jajaran melakukan penanaman bibit cabai sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan daerah serta upaya menjaga stabilitas harga komoditas pangan di masyarakat.
Novianti menyampaikan apresiasinya terhadap penerapan teknologi pertanian modern melalui sistem Smart Farming yang dinilai mampu membantu para petani meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses budidaya tanaman.
“Program seperti ini sangat baik untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Dengan adanya teknologi Smart Farming, para petani dapat lebih terbantu dalam pengelolaan tanaman sehingga hasil pertanian diharapkan semakin meningkat,” ujar Novianti.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif guna mendukung kebutuhan pangan keluarga maupun daerah.
“Kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan yang ada, khususnya dalam menanam komoditas pangan seperti cabai, sehingga dapat membantu menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” jelasnya.
Pemilik kebun, Suwito, menjelaskan cabai yang ditanam merupakan varietas lokal Sumatera jenis akar. Menurutnya, pemilihan varietas lokal dilakukan karena lebih cocok dengan kondisi cuaca saat ini yang masih belum menentu.
“Cabai yang kami tanam ini jenis akar, varietas lokal Sumatera. Untuk kondisi cuaca sekarang lebih cocok menggunakan varietas lokal karena lebih tahan. Kalau cuaca sudah bagus dan stabil, nanti baru kita coba gunakan varietas hibrida,” ujar Suwito.
Dia juga menjelaskan sistem Smart Farming yang digunakan dirakit dan dilaksanakan oleh Bapeltan (Balai Pelatihan Pertanian) guna mempermudah proses budidaya tanaman cabai.
“Dengan sistem ini penyiraman jadi lebih mudah dan biaya operasional bisa ditekan. Penyiraman juga bisa diatur otomatis, misalnya pagi dan sore hari, jadi tidak perlu dilakukan manual terus-menerus,” katanya.
“Sekitar 78 hari cabai sudah mulai bisa dipetik. Kalau perawatannya bagus, masa panennya bisa sampai enam sampai tujuh bulan,” ujarnya, menambahkan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap pemanfaatan teknologi pertanian modern dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....