Pringsewu Mulai Terapkan Corporate Farming, Petani Didorong Kelola Lahan

  • 08 Jun 2026 06:58 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Pemerintah Kabupaten Pringsewu mulai mendorong penerapan sistem Corporate Farming sebagai salah satu strategi meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah, Minggu 7 Juni 2026. Langkah tersebut ditandai dengan penanaman padi perdana Corporate Farming yang dilakukan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka.

Program Corporate Farming dinilai menjadi salah satu model pertanian modern yang mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani saat ini. Melalui sistem ini, lahan pertanian dikelola secara bersama dalam satu hamparan yang terintegrasi sehingga lebih efisien dan produktif.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan penerapan Corporate Farming bukan sekadar kegiatan tanam bersama, melainkan perubahan pola pengelolaan pertanian agar lebih terorganisir dan berorientasi pada peningkatan hasil.

"Melalui konsep ini, petani dapat lebih mudah mengakses teknologi pertanian, menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat akses pemasaran hasil panen," kata Riyanto.

Ia optimistis kawasan Corporate Farming di Pekon Pujodadi dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kabupaten Pringsewu. Menurutnya, keberhasilan program tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan daerah.

Riyanto menjelaskan program Corporate Farming juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi melalui percepatan masa tanam dan peningkatan produksi pertanian. Selain itu, program tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya sistem pertanian yang berkelanjutan dan memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan Corporate Farming tidak hanya bergantung pada luas lahan yang dikelola, tetapi juga membutuhkan komitmen serta kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian hingga kelompok tani.

"Kolaborasi menjadi kunci utama. Jika dikelola dengan baik, Corporate Farming dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten Pringsewu," ujarnya.

Penanaman perdana tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrid, Kepala Dinas Pertanian Maryanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Budi Efriyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Judi Muljana, Plh Kepala Bapperida Siti Rahmah, unsur kecamatan, pemerintah pekon, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....