Ekonomi Lampung Tumbuh 5,28%, Gubernur Optimistis Daya Saing Daerah Kian Menguat

  • 17 Jun 2026 21:27 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,28 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut menjadi indikator menguatnya aktivitas ekonomi daerah yang ditopang sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memaparkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada 2025 mencapai Rp523,8 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp480 triliun.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Lampung terus bergerak secara produktif dan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah,” ujar Mirza saat menghadiri Tax Gathering Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung di Bandar Lampung, Rabu 17 Juni 2026.

Menurutnya, posisi strategis Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Panjang, dan Pelabuhan Bakauheni turut memperkuat konektivitas serta distribusi barang dan jasa.

Gubernur menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Lampung dengan kontribusi mencapai 26,90 persen terhadap PDRB atau setara sekitar Rp150 triliun. Sementara sektor industri pengolahan menyumbang 19,11 persen dan sektor perdagangan sekitar 12 persen.

Sejumlah komoditas unggulan turut menjadi penopang utama ekonomi daerah. Lampung menghasilkan sekitar 7,5 juta ton ubi kayu atau sekitar 70 persen produksi nasional. Selain itu, produksi padi pada 2025 mencapai 3,25 juta ton, meningkat sekitar 500 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Komoditas jagung juga mencatat produksi sekitar 1,25 juta ton. Lampung juga dikenal sebagai sentra produksi nanas, pisang, lada, tebu, kopi, karet, kakao, kelapa sawit, serta berbagai komoditas peternakan.

Selain pertumbuhan ekonomi, Gubernur menyoroti meningkatnya daya beli masyarakat. Salah satu indikatornya adalah kenaikan pembelian kendaraan bermotor baru yang mencapai sekitar 29 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, Mirza mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait tingkat kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas layanan publik, dan mempercepat pembangunan infrastruktur agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....