Harga Cabai di Pasar Kedondong Berfluktuasi, Pedagang Sebut Pasokan Jadi Faktor

  • 15 Jun 2026 07:58 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Harga cabai di Pasar Kedondong, Kabupaten Pesawaran, masih mengalami fluktuasi yang dipengaruhi kondisi pasokan. Pedagang setempat menyebut hingga saat ini belum ada faktor lain yang memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan harga komoditas tersebut, Minggu, 14 Juni 2026.

Salah seorang pedagang di Pasar Kedondong, Ingo, mengatakan harga cabai masih bergerak naik turun seperti biasanya mengikuti ketersediaan barang di pasaran.

“Kalau cabai itu tergantung pasokan. Untuk sekarang belum ada pengaruh yang terlalu terasa, memang harganya masih naik turun seperti biasa,” kata Ingo saat ditemui di Pasar Kedondong.

Ia menjelaskan, harga cabai merah saat ini berkisar Rp40 ribu per kilogram untuk penjualan eceran. Sementara cabai rawit hijau dijual antara Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

“Kalau cabai hijau sekitar Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram,” ujarnya.

Selain cabai, Ingo menyebut harga bawang merah mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih dijual sekitar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, seperti telur dan minyak goreng, menurutnya masih relatif stabil. Harga telur eceran saat ini berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram.

Di sisi lain, Ingo mengaku sejumlah pedagang kecil merasakan dampak dari pola distribusi bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sebagian kebutuhan bahan baku diambil langsung dari pemasok tertentu sehingga pedagang kecil kesulitan memperoleh harga yang lebih kompetitif.

“Pedagang kecil merasa cukup terdampak karena barang langsung diambil dari sumber tertentu. Akibatnya, kami membeli dengan harga lebih tinggi dan saat dijual kembali juga menjadi lebih mahal,” katanya.

Ia juga mengungkapkan stok beberapa komoditas saat ini cukup terbatas, terutama bagi pedagang kecil yang bergantung pada pasokan dari distributor.

Karena itu, Ingo berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan akses pasokan bagi pedagang kecil agar mereka dapat bersaing dan memperoleh harga yang lebih terjangkau.

“Kalau bisa pedagang kecil dipermudah untuk mendapatkan barang. Kalau pasokan sudah terpusat di satu tempat, kami kesulitan mendapatkan harga yang baik. Dampaknya tentu berpengaruh pada penjualan dan daya beli masyarakat,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....