Harga Ikan di Pasar Kedondong Pesawaran Stabil
- 14 Jun 2026 20:49 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pesawaran - Harga sejumlah jenis ikan di Pasar Kedondong, Kabupaten Pesawaran, terpantau masih relatif stabil di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pedagang menilai faktor cuaca dan hasil tangkapan nelayan masih menjadi penentu utama pergerakan harga ikan dibandingkan kenaikan BBM.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Kedondong, Nurul Hilal, mengatakan hingga saat ini kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax belum memberikan dampak signifikan terhadap harga ikan di tingkat pedagang.
“Kalau Pertamax tidak terlalu berpengaruh. Harga ikan yang naik sekarang lebih karena faktor cuaca, seperti ombak tinggi yang membuat hasil tangkapan berkurang,” kata Nurul saat ditemui di Pasar Kedondong, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurutnya, sebagian besar nelayan yang memasok ikan ke pasar masih menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar utama untuk melaut. Karena itu, kenaikan harga Pertamax belum dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha perikanan.
Meski demikian, Nurul mengaku khawatir apabila kenaikan harga BBM berimbas pada ketersediaan Pertalite yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat dan nelayan.
Saat ini, pasokan ikan dari nelayan masih terbatas akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Dampaknya, sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.
Ikan layang rotan dan ikan tongkol kini dijual seharga Rp40 ribu per kilogram. Khusus ikan tongkol, harga tersebut naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Sementara itu, ikan kampakan dijual Rp30 ribu per kilogram, cumi-cumi Rp60 ribu per kilogram, dan ikan kacangan masih bertahan di harga Rp30 ribu per kilogram. Adapun ikan lokal asal Kelumbayan dipasarkan sekitar Rp40 ribu per kilogram.
“Kalau tongkol dua hari lalu masih Rp35 ribu, sekarang naik jadi Rp40 ribu karena pasokan memang belum banyak,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas jual beli di pasar juga mengalami perlambatan. Nurul menyebut jumlah pembeli yang datang ke pasar cenderung menurun dibandingkan hari-hari biasanya.
“Pembeli memang berkurang. Otomatis pendapatan juga ikut menurun,” katanya.
Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga hasil tangkapan nelayan meningkat dan pasokan ikan kembali normal. Selain itu, mereka juga berharap daya beli masyarakat kembali pulih agar aktivitas ekonomi di pasar tradisional dapat kembali bergairah dan mendorong perputaran ekonomi lokal di Bumi Andan Jejama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....