Pemerintah Siapkan Peremajaan 3.000 Hektare Kakao di Lampung
- 09 Jun 2026 12:44 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah menyiapkan program peremajaan dan perluasan tanaman kakao di Provinsi Lampung untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat. Langkah tersebut dilakukan karena banyak tanaman kakao yang sudah tua dan tidak lagi menghasilkan secara optimal.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung, Endro Gunawan mengatakan luas tanaman kakao yang menjadi perhatian dalam program tersebut mencapai sekitar 3.000 hektare. Sebagian besar tanaman dinilai sudah memasuki usia tua sehingga perlu dilakukan peremajaan.
Ia menjelaskan Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu daerah prioritas karena merupakan sentra kakao terbesar di Lampung. Selain faktor usia tanaman, petani juga menghadapi serangan penyakit busuk buah kakao yang memengaruhi produktivitas kebun.
“Karena tanaman itu sudah tidak produktif, kuncinya memang harus dilakukan replanting atau peremajaan,” ujar Endro, Senin 8 Juni 2026.
Menurut dia, program peremajaan akan menggunakan bibit unggul untuk meningkatkan hasil produksi kakao. Pemerintah juga menyiapkan program perluasan areal tanam sebagai bagian dari upaya pengembangan komoditas tersebut.
Endro mengatakan proses peremajaan membutuhkan waktu sebelum tanaman kembali berproduksi secara optimal. Karena itu, petani perlu menyesuaikan pola pengelolaan kebun agar produktivitas tetap terjaga selama masa transisi.
Selain peremajaan, pemerintah mendorong peningkatan kualitas pascapanen kakao melalui proses fermentasi yang baik. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai jual kakao petani sekaligus memperkuat daya saing komoditas kakao Lampung di pasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....