Lampung Selatan Masuk Zona Sangat Rawan Kekeringan 2026
- 05 Jun 2026 22:53 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kabupaten Lampung Selatan masuk dalam wilayah yang diperkirakan mengalami tingkat kerawanan kekeringan tinggi pada musim kemarau 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan air.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan perubahan iklim dan fenomena El Nino perlu diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu produksi pangan. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan terjadi pada tahun ini.
Ia menjelaskan upaya antisipasi dilakukan melalui pemetaan wilayah hingga tingkat kecamatan dan desa. Pemerintah juga mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk membangun sistem peringatan dini yang aktif di daerah.
“Kita harus mengantisipasi dampak kemarau dan perubahan iklim sejak awal agar produksi pangan tetap terjaga,” ujar Mirza, Jumat 5 Juni 2026.
Menurut dia, optimalisasi embung, sumur dangkal, pompanisasi, irigasi perpompaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi langkah yang terus didorong. Pemanfaatan sumber air secara efisien juga diperlukan untuk menjaga keberlangsungan musim tanam.
Pemerintah turut mengimbau petani menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering. Penyuluh pertanian juga diminta aktif mendampingi petani dalam menghadapi potensi penurunan produksi akibat kekeringan.
Mirza menambahkan kolaborasi antara pemerintah, TNI, perguruan tinggi, kelompok tani, dan petani milenial menjadi bagian penting dalam pengawalan produksi pangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko kekeringan sekaligus menjaga ketahanan pangan di Provinsi Lampung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....