Gubernur Mirza: Lampung Butuh Model BUMDes yang Bisa Direplikasi
- 04 Jun 2026 19:54 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendukung pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat menerima jajaran Bakrie Center Foundation (BCF) dalam rapat kemitraan strategis peningkatan daya saing desa di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Bandarlampung, Kamis 4 Juni 2026.
Menurut Mirza, tantangan pembangunan desa saat ini bukan hanya meningkatkan produksi komoditas, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperkuat kelembagaan desa, dan membangun rantai pasok yang mampu menghubungkan potensi desa dengan pasar.
"Kita memiliki ribuan BUMDes, tetapi yang benar-benar tumbuh dan menghasilkan masih sangat sedikit. Karena itu, kita membutuhkan model yang bisa direplikasi, sebuah playbook yang mampu menjadikan BUMDes sebagai operator ekonomi desa," ujarnya.
Mirza menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah mengembangkan ekosistem ekonomi desa berbasis komoditas unggulan seperti jagung, padi, singkong, kopi, kakao, dan kelapa. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pembangunan bed dryer, pelatihan vokasi, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, hingga peningkatan kapasitas pemuda desa.
Menurutnya, BUMDes memiliki peran strategis dalam mengelola berbagai fasilitas ekonomi desa agar mampu menghasilkan nilai tambah yang langsung dirasakan masyarakat.
"Program yang ditawarkan Bakrie Center Foundation sangat relevan karena salah satu kebutuhan utama kami saat ini adalah penguatan kelembagaan BUMDes. Infrastruktur dan program pengembangan ekonomi desa sudah berjalan, tinggal bagaimana BUMDes menjadi pengelola yang profesional," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Mirza juga memaparkan sejumlah capaian Program Desaku Maju yang telah diterapkan di puluhan desa. Program tersebut antara lain mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengeringan jagung dan gabah, pengembangan pakan ternak berbasis desa, hingga produksi tepung mocaf yang mulai dimanfaatkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia berharap kolaborasi dengan BCF dapat melahirkan model pemberdayaan desa yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai contoh nasional pembangunan ekonomi berbasis desa.
"Kalau model ini berhasil, Lampung bisa menjadi role model nasional. Desa-desa kita tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....