Waspada Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Kering di Lampung

  • 04 Jun 2026 18:15 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID,Bandar Lampung – Program Dialog Helauni Pagi Khani yang disiarkan RRI Pro 4 Bandar Lampung menghadirkan narasumber Wahyu Hidayat, Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, dengan tema “Meningkatkan Kewaspadaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Kering di Provinsi Lampung.”

Dalam dialog tersebut, Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi kering sering dikaitkan dengan fenomena El Nino, yaitu perubahan perilaku cuaca dan iklim dari kondisi hidrometeorologi basah menuju hidrometeorologi kering. Secara sederhana, kondisi ini ditandai dengan peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau.

Menurut Wahyu, fase hidrometeorologi kering saat ini telah mulai terjadi di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut ditandai dengan semakin jarangnya intensitas hujan serta meningkatnya suhu rata-rata harian yang cukup tinggi. Akibatnya, masyarakat merasakan udara yang lebih panas, sinar matahari yang lebih terik, serta perubahan pola cuaca yang cukup signifikan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku cuaca tersebut dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, termasuk meningkatnya potensi terjadinya bencana dan bisa mempengaruhi stok pangan nasional.

"Hidrometeorologi kering itu fase nya sudah masuk di Kabupaten Kota di propinsi Lampung dan kita punya beberapa ancaman bencana terkait dengan Hidrometeorologi kering atau elnino ini.Mulai dari kekurarangan air,kekeringan,meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan,kemudian kita juga punya potensi kabut asap, terus potensi yang langsung berdampak kesektor pertanian, perkebunan,perikana,peternakan.Intinya dampaknya bisa mempengaruhi stok pangan nasional ",ungkap Wahyu.

Wahyu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini. Di antaranya dengan menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan sekitar, tidak melakukan pembakaran lahan, serta selalu mengikuti informasi dan peringatan cuaca yang disampaikan oleh instansi terkait.

Melalui dialog ini, BPBD Provinsi Lampung berharap masyarakat semakin memahami karakteristik bencana hidrometeorologi kering serta mampu mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....