Brigif 4 Marinir/BS Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla di Lampung
- 17 Sep 2026 18:18 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pesawaran - Langkah strategis Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang dilakukan Brigif 4 Marinir/BS dalam mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) fokus pada kesiapsiagaan personel, infrastruktur, dan sinergi lintas sektor.
Ancaman Karhutla di Provinsi Lampung menjadi perhatian serius Brigif 4 Marinir/BS yang bermarkas di Piabung, Pesawaran, Lampung.
Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo kepada RRI menjelaskan, peningkatan kesiapsiagaan Brigif 4 Marinir/BS menghadapi ancaman karhutla dilakukan dengan berbagai langkah, mulai dari menyiapkan personel dan sarana pendukung hingga intens memberikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi karhutla saat ini.
"Dalam mengantisipasi ancaman karhutla ini, kami melakukan berbagai kesiapsiagaan mulai dari menyiapkan personel Tim Rescue Ransus Pemadam Kebakaran (Damkar) dan sarana pendukung. Langkah tersebut dilakukan sebagai komitmen prajurit Brigif 4 Marinir/BS untuk selalu siap menjaga keamanan lingkungan satuan sekaligus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat," kata Kanang, Kamis 17 September 2026.

Selain itu Danbrigif juga menginstruksikan kepada seluruh prajuritnya untuk intens memberikan imbauan kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap potensi karhutla saat ini. Hal tersebut dilakukan agar prajurit merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi kebakaran, baik di lingkungan markas maupun di wilayah sekitar yang membutuhkan bantuan.
"Dengan bekerja sama dengan Satuan Damkar Kabupaten Pesawaran kami telah melaksanakan berbagai pelatihan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Dalam pelaksanaan pelatihan, Tim Rescue dibekali kemampuan dasar pengoperasian Ransus Damkar, prosedur penanganan kebakaran, serta koordinasi dalam pelaksanaan pemadaman dan evakuasi. Latihan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu mengoperasikan kendaraan dan perlengkapan secara optimal," jelasnya.

Danbrigif juga menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan, disiplin, dan koordinasi. Oleh karena itu, kemampuan personel harus terus diasah melalui latihan secara berkala sehingga setiap unsur mampu bertindak secara profesional ketika menghadapi kondisi darurat.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pangkormar atas dukungan Ransus Damkar untuk Brigif 4 Marinir/BS. Kendaraan ini akan kami siagakan di markas dan dipastikan selalu dalam kondisi siap digunakan. Tidak hanya untuk kepentingan satuan, tetapi juga sebagai bentuk kesiapan kami untuk membantu masyarakat apabila menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan,” ujar Danbrigif.

Selain siap menghadapi ancaman karhutla, Brigif 4 Marinir/BS juga mengantisipasi kekeringan saat puncak musim kemarau.
"Untuk antisipasi kekeringan, kami juga membantu menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan dengan menyiapkan armada yang ada di satuan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melapor jika di wilayahnya mengalami kekeringan air bersih," jelasnya.
Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo juga mengatakan, untuk mengantisipasi segala bentuk ancaman potensi bencana, Brigif 4 Marinir/BS mengajak semua pihak untuk saling bersinergi. Salah satu upaya yang dilakukan Danbrigif dengan menggelar Sosialisasi Pembinaan Teritorial Maritim kepada para Kepala Desa yang ada di Kabupaten Pesawaran.

“Keberadaan Brigif 4 Marinir/BS di wilayah Pesawaran tidak hanya sebagai satuan pertahanan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin membangun sinergi melalui berbagai program yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Pesawaran,” jelas Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....