Karutan Bandar Lampung Tinjau Blok Hunian, Tekankan Kamtib dan Hak Integrasi WB

  • 25 Mei 2026 15:14 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan berjalan optimal, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa, menggelar kegiatan anjangsana langsung ke blok hunian warga binaan, Senin 25 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung humanis namun tetap tegas tersebut difokuskan pada pengarahan terkait program integrasi serta pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan rutan.

Dalam kegiatan itu, Tri Wahyu Santosa didampingi jajaran pejabat struktural inti, di antaranya Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Brivsan Kartadilaga, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Ari Julio, serta Kepala Sub Seksi Administrasi dan Perawatan Novo Firnando. Sejumlah staf dan anggota jaga turut mengawal jalannya kegiatan guna memastikan situasi tetap kondusif.

Di hadapan warga binaan, Tri Wahyu Santosa menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di dalam rutan. Menurutnya, kondisi lingkungan yang aman dan tertib menjadi faktor utama agar program pembinaan dan pelayanan dapat berjalan maksimal.

“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Saya meminta seluruh warga binaan untuk saling menjaga kedamaian, menjauhi segala bentuk pelanggaran, dan aktif melaporkan jika ada potensi gangguan kamtib,” tegasnya.

Selain isu keamanan, sosialisasi mengenai hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) juga menjadi poin utama dalam kegiatan tersebut. Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Ari Julio, menegaskan bahwa seluruh layanan integrasi diberikan secara transparan dan gratis, dengan syarat warga binaan menunjukkan perilaku baik serta memenuhi ketentuan administratif maupun substantif.

Kegiatan anjangsana berlangsung interaktif melalui dialog dua arah antara warga binaan dan jajaran manajemen rutan. Dalam kesempatan itu, warga binaan diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi maupun kendala yang dihadapi secara langsung.

Langkah jemput bola tersebut diharapkan mampu mempererat komunikasi, meminimalisasi potensi gesekan, serta menjaga Rutan Kelas I Bandar Lampung tetap dalam kondisi aman, tertib, dan bernuansa pembinaan yang positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....