BPS dan Pemkab Pesawaran Perkuat Sinergi Sensus Ekonomi 2026

  • 19 Mei 2026 14:13 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Pemerintah Kabupaten Pesawaran secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Kantor Pemerintah Daerah setempat pada Selasa siang, 19 Mei 2026. Langkah ini menandai dimulainya proses pemetaan menyeluruh terhadap kondisi riil pelaku usaha dan potensi ekonomi wilayah.

Hasil pendataan sepuluh tahunan ini akan dijadikan sebagai fondasi utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Kompas data yang akurat dinilai sangat krusial agar formula kebijakan ekonomi daerah dapat berjalan objektif dan terukur.

Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, menegaskan jajaran pemerintah daerah berkomitmen penuh mengawal jalannya sensus di lapangan. Seluruh jajaran organisasi perangkat daerah hingga kepala desa telah diinstruksikan untuk membantu akses para petugas.

Antonius Muhammad Ali meminta masyarakat dan pelaku usaha di Bumi Andan Jejama untuk menerima kedatangan petugas sensus dengan terbuka. Warga diimbau memberikan jawaban yang jujur karena kerahasiaan data mereka telah dijamin sepenuhnya oleh undang-undang.

"Jangan sampai ada pelaku usaha yang tidak terdata karena kami berharap hasil SE2026 menjadi fondasi utama," ujar Antonius Muhammad Ali.

Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menyebut kesuksesan agenda nasional ini tidak dapat ditopang oleh satu instansi saja. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat desa, pelaku usaha, hingga media massa menjadi prasyarat mutlak keberhasilan data.

Pihak BPS mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam memberikan dukungan moral maupun struktural bagi kelancaran sensus. Sinergi ini diharapkan dapat meminimalisasi potensi penolakan dari pelaku usaha di lapangan selama proses pendataan.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti para camat dan kepala dinas ini berlangsung dengan lancar dan tertib. Langkah awal ini diharapkan mampu menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan pembangunan berbasis data yang valid.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....